Sabtu, 09/05/2026 09:01 WIB

Presiden Lebanon Matangkan Persiapan jelang Negosiasi dengan Israel





Presiden Lebanon, Joseph Aoun, bertemu dengan diplomat veteran Simon Karam pada Jumat (8/5) ini guna membahas persiapan perundingan dengan Israel

Presiden Lebanon Joseph Aoun (Foto: REUTERS)

Beirut, Jurnas.com - Presiden Lebanon, Joseph Aoun, bertemu dengan diplomat veteran Simon Karam pada Jumat (8/5) ini guna membahas persiapan perundingan langsung dengan Israel di Washington, Amerika Serikat (AS) pekan depan.

Pertemuan ini merupakan langkah krusial untuk mengakhiri perang yang berkecamuk sejak 2 Maret lalu, yang dipicu oleh keterlibatan Hizbullah dalam konflik Timur Tengah.

Delegasi Lebanon yang dipimpin oleh Karam dijadwalkan bertemu dengan perwakilan Israel dan Amerika Serikat pada Kamis mendatang. Menteri Luar Negeri Lebanon, Youssef Raggi, menekankan bahwa prioritas utama pemerintah dalam negosiasi ini adalah pemulihan kedaulatan penuh dan penghentian kekerasan secara permanen.

“Tujuan Lebanon dari negosiasi tersebut adalah mengonsolidasikan gencatan senjata, memastikan penarikan Israel dari wilayah Lebanon yang diduduki, dan memulihkan kedaulatan penuh negara atas wilayah nasionalnya,” ujar Youssef Raggi dikutip dari AFP.

Meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak 17 April, situasi di lapangan tetap tegang karena Israel masih melakukan pemboman di wilayah selatan dan mempertahankan kendali di area perbatasan.

Presiden Aoun telah memberikan arahan khusus kepada Karam mengenai posisi tegas Lebanon dalam menanggapi serangan-serangan tersebut sebelum melangkah ke pembicaraan tingkat tinggi yang lebih luas.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan harapannya agar Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dapat bertemu langsung di Gedung Putih dalam waktu dekat.

Namun, Aoun menunjukkan sikap berhati-hati dan menekankan perlunya jaminan keamanan yang nyata di lapangan sebelum pertemuan tersebut terlaksana.

“Kami harus terlebih dahulu mencapai kesepakatan keamanan dan menghentikan serangan Israel terhadap kami sebelum kami mengangkat isu pertemuan di antara kami,” ujar Joseph Aoun.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan optimismenya terhadap perdamaian antara kedua negara, dengan menunjuk Hizbullah sebagai hambatan utama.

Sementara itu, kelompok Hizbullah menyatakan penolakan keras terhadap pembicaraan langsung ini dan melabelinya sebagai sebuah dosa. Sejak konflik pecah awal Maret, serangan Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 2.700 orang di Lebanon, termasuk puluhan korban jiwa yang jatuh setelah gencatan senjata diumumkan.

KEYWORD :

Negosiasi Lebanon-Israel Perdamaian Timur Tengah Joseph Aoun




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :