Selasa, 06/10/2026 23:02 WIB

Danantara Dorong Elektrifikasi Transportasi dan Rumah Tangga





Teknologi transportasi berbasis listrik di tanah air sudah matang dan memberikan efisiensi secara ekonomis.

Ilustrasi bus listrik (Foto: Istimewa)

Jakarta, Jurnas.com - Direktur PT Danantara Development Management Fund, Rachmat Kaimuddin, menegaskan bahwa elektrifikasi di sektor transportasi dan rumah tangga merupakan langkah paling cepat dan efisien bagi Indonesia untuk mengurangi emisi karbon.

Hal tersebut disampaikannya dalam ajang Indonesia International Sustainability Forum yang berlangsung di Jakarta, Selasa. Menurut Rachmat, negara berkembang seperti Indonesia sebaiknya memprioritaskan sektor yang masuk dalam kategori easy to abate atau lebih mudah dielektrifikasi sebelum berfokus pada sektor berat seperti industri.

“Bagi negara-negara seperti Indonesia yang masih berkembang, kita perlu memberi perhatian kepada sektor yang `easy to abate`, yang lebih mudah dielektrifikasi,” ujar Rachmat.

Ekosistem Kendaraan Listrik Sudah Matang

Rachmat menilai teknologi transportasi berbasis listrik di tanah air sudah matang dan memberikan efisiensi secara ekonomis. Terlebih lagi, Indonesia tengah gencar membangun seluruh rantai pasok kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dari hulu ke hilir, mulai dari hilirisasi nikel hingga produksi baterai.

“Mari kita maksimalkan di sana, dan tentu saja itu akan menciptakan seluruh rantai pasok dan ekosistemnya,” tambahnya.

Selain transportasi, Rachmat juga menyoroti sektor rumah tangga sebagai area lain yang sangat potensial untuk dielektrifikasi. Salah satu langkah konkrit paling sederhana yang bisa diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari adalah mengalihkan penggunaan kompor gas ke kompor listrik.

“Rumah tangga itu sebagian besar (emisinya) dari memasak. Kalau kita bisa mengurangi emisi dari kegiatan memasak, akan sangat mudah bila dilakukan elektrifikasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, upaya penekanan emisi karbon dari sektor industri memang cenderung lebih rumit. Oleh karena itu, bagi negara dengan pendapatan domestik bruto (PDB) tingkat menengah, akselerasi pada sektor harian masyarakat menjadi strategi yang paling rasional.

Pembiayaan Kendaraan Listrik Tumbuh Signifikan

Inisiatif transisi menuju energi bersih ini juga tercermin dari tren pasar. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran pembiayaan untuk kendaraan listrik maupun hybrid oleh perusahaan pembiayaan (multifinance) terus menorehkan pertumbuhan positif.

Hingga Agustus 2026, pembiayaan sektor ini melonjak sebesar 34,67 persen secara tahunan (year on year/yoy) hingga mencapai nilai total Rp26,20 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, mengonfirmasi bahwa tren kendaraan listrik terus menunjukkan grafik naik dan kini menjadi salah satu pendorong utama ekspansi bisnis industri multifinance nasional.

KEYWORD :

Danantara Indonesia Rachmat Kaimuddin Kendaraan Listrik




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :