Chief Operating Officer BPI Danantara Dony Oskaria (Foto: SS BUMN Track)
Jakarta, Jurnas.com - Danantara Indonesia resmi memangkas dan melepas lebih dari 100 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berstatus non-inti (non-core) kepada pihak swasta.
Langkah divestasi ini diambil untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas serta menyerahkan pengelolaan sektor non-strategis kepada swasta yang dinilai lebih mumpuni.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin mengambil porsi bisnis yang sudah banyak digarap swasta.
Salah satu sektor yang menjadi sorotan adalah industri perhotelan, di mana Presiden Prabowo Subianto secara langsung menginstruksikan agar BUMN keluar dari bisnis tersebut.
Sebagai bagian dari restrukturisasi menyeluruh, Danantara saat ini mengonsolidasikan portofolio aset perhotelan pelat merah ke dalam satu payung holding di bawah PT Hotel Indonesia Natour (HIN).
Danantara Pangkas 1.074 BUMN Jadi 200 Perusahaan
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menambahkan bahwa konsolidasi sektor lain seperti rumah sakit juga terus berjalan demi menciptakan efisiensi operasional dan optimalisasi aset negara.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Danantara Indonesia Dony Oskaria Badan Usaha Milik Negara



























