Senin, 12/10/2026 18:46 WIB

Houthi Yaman Siap Amankan Bandara dan Pelabuhan dari Eskalasi Militer





Houthi menyatakan kesiapannya untuk mengambil langkah-langkah timbal balik bersama Arab Saudi guna menjaga agar fasilitas kemanusiaan berada di luar eskalasi.

Kebakaran akibat serangan militer Houthi di kawasan Bandara Internasional King Khalid, Arab Saudi (Foto: Reuters)

Jakarta, Jurnas.com - Kelompok Houthi Yaman pada Sabtu (10/10) menyatakan kesiapannya untuk mengambil langkah-langkah timbal balik bersama Arab Saudi guna menjaga agar bandara, pelabuhan, dan fasilitas lain yang memiliki fungsi kemanusiaan tetap berada di luar eskalasi konfrontasi militer.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh saluran televisi al-Masirah yang dikelola Houthi, kelompok tersebut menyatakan kesiapan agar "semua pihak" menahan diri untuk tidak menargetkan lokasi-lokasi yang penting bagi kemanusiaan, dengan menyebut bandara dan pelabuhan laut sebagai prioritas.

Pernyataan tersebut muncul ketika konfrontasi antara kelompok Houthi dan Arab Saudi semakin intensif, dengan serangan udara terhadap wilayah-wilayah yang dikuasai Houthi di Yaman terus berlanjut, sementara kelompok tersebut melancarkan serangan rudal dan drone terhadap target-target di dalam wilayah Arab Saudi, termasuk bandara.

Yaman dilanda konflik sejak akhir 2014, ketika kelompok Houthi menguasai ibu kota Sana`a dan sebagian besar wilayah utara Yaman.

Koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi pada 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, yang kini berkedudukan di kota pelabuhan Aden di Yaman selatan.

KEYWORD :

Konflik Timur Tengah Houthi Yaman Serangan Houthi Bandara Riyadh




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :