Senin, 12/10/2026 17:19 WIB

Serangan di Riyadh, Iman Sukri Desak Pemerintah Pastikan Keselamatan WNI





Anggota Komisi I DPR, Iman Sukri, mendesak pemerintah untuk memperkuat skema perlindungan dan keselamatan WNI di Arab Saudi.

Wakil Ketua Baleg DPR RI, Iman Sukri. (Foto: Humas Fraksi PKB)

Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi I DPR, Iman Sukri, mendesak pemerintah untuk memperkuat skema perlindungan dan keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi.

Desakan ini dilayangkan menyusul meningkatnya eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi mengancam keselamatan para pekerja migran, pelajar, hingga jemaah umrah asal Indonesia. 

“Kami mengikuti perkembangan eskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk laporan serangan di Riyadh yang menimbulkan korban jiwa. Situasi ini harus menjadi perhatian serius pemerintah untuk memastikan keselamatan WNI di Arab Saudi,” ujar Iman Sukri dalam keterangannya di Jakarta, Senin (12/10/2026).

Iman menanggapi insiden serangan kelompok Houthi Yaman ke Bandara Riyadh pada Minggu (11/10/2026) yang mengakibatkan 12 warga asing tewas dan 309 orang luka-luka serta mengganggu jadwal penerbangan internasional. Ketegangan yang kian memuncak menuntut perwakilan diplomasi Indonesia bertindak cepat guna memitigasi risiko keamanan serta pembatasan mobilitas warga. 

“Kita tidak tahu sampai kapan konflik ini berlangsung dan bagaimana perkembangannya ke depan. Pemerintah harus mengedepankan langkah antisipatif dan jangan menunggu sampai ada WNI yang menjadi korban baru bergerak,” katanya.

Legislator Fraksi PKB tersebut mendesak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh dan KJRI Jeddah untuk bersiap siaga menyampaikan pembaruan situasi keamanan secara berkala. Kanal komunikasi resmi dan perhimpunan masyarakat Indonesia di Arab Saudi dituntut menjadi rujukan informasi utama demi mencegah kepanikan warga.

“KBRI harus hadir sebagai sumber informasi resmi yang bisa diandalkan WNI. Pastikan warga mengetahui apa yang sedang terjadi, ke mana harus menghubungi perwakilan RI, dan bagaimana memperoleh bantuan darurat,” tegas Iman.

Ia menekankan pentingnya pemutakhiran data kependudukan dan pemetaan lokasi konsentrasi WNI di wilayah rawan konflik secara presisi. Pendataan yang akurat dipandang sangat vital untuk mempermudah eksekusi rencana evakuasi maupun penyaluran logistik apabila kondisi keamanan memburuk secara mendadak.

“Pendataan dan komunikasi dengan WNI harus diperkuat agar perwakilan RI dapat memetakan potensi kerawanan. Langkah penanganan secara tepat dapat ditentukan lebih awal jika kondisi keamanan memburuk,” ucapnya.

Di sisi lain, Iman mengimbau seluruh WNI yang berada di Arab Saudi untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan harian, serta selalu mematuhi instruksi dari otoritas keamanan setempat. Warga negara Indonesia diminta untuk mengamankan dokumen perjalanan pribadi dan menunda aktivitas yang tidak mendesak di luar rumah. 

“WNI di Arab Saudi diminta tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengikuti arahan resmi perwakilan RI. Hindari lokasi berisiko serta pastikan dokumen perjalanan tetap aman,” tuturnya. 

Sebagai penutup, Iman memastikan Komisi I DPR RI akan terus berkoordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri guna mengawal perkembangan situasi di Timur Tengah secara real-time. Keselamatan setiap jiwa warga negara Indonesia di luar negeri ditegaskan sebagai prioritas tertinggi diplomasi negara.

“Komisi I DPR akan terus memantau penanganan proteksi WNI di kawasan konflik. Negara wajib hadir memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh warga negara di mana pun mereka berada,” pungkas Iman.

KEYWORD :

Warta DPR Komisi I DPR Iman Sukri WNI di Arab Saudi Konflik Timur Tengah




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :