Pemandangan Selat Hormuz (Foto: Anadolu)
Jakarta, Jurnas.com - Pemerintah Iran menyatakan masih meninjau tanggapan Amerika Serikat terkait usulan pembukaan kembali Selat Hormuz dan akan memberikan balasan resmi melalui pihak perantara setelah proses evaluasi selesai.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers pada Senin (12/10).
Baghaei menjelaskan bahwa Iran terus melakukan pertukaran pesan secara tidak langsung melalui negara penengah.
Qatar dan Pakistan menjadi di antara negara mediator yang memfasilitasi komunikasi tersebut guna mengakhiri konflik yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari lalu.
Sebelumnya, Iran mengajukan usulan pembukaan Selat Hormuz pada pertengahan September dan mengonfirmasi telah menerima jawaban dari Amerika Serikat.
Namun, proses diplomasi tersebut tertahan setelah Kepala Keamanan Nasional Iran pada Minggu menyatakan bahwa tanggapan dari Washington belum secara memadai menjawab tujuh syarat yang diajukan Teheran.
Perbedaan mendasar kedua belah pihak terletak pada prioritas pembahasan. Pihak Amerika Serikat mendesak agar program nuklir Iran dibahas sejak awal perundingan.
Sebaliknya, Teheran menuntut agar negosiasi difokuskan terlebih dahulu pada pembukaan kembali Selat Hormuz serta pemulihan keamanan di jalur perairan strategis tersebut.
Sebelum perang pecah, Selat Hormuz merupakan jalur maritim vital yang dilalui sekitar satu per lima dari total perdagangan minyak bumi dan gas alam cair dunia.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Selat Hormuz Perang Iran Iran AS


























