Destinasi wisata di China (Foto: Reuters)
Tokyo, Jurnas.com - Industri pariwisata yang selama ini menjadi jembatan hubungan Jepang dan China kini berada dalam titik terendah. Menurut data terbaru, terjadi penurunan drastis jumlah pelancong Jepang ke Negeri Tirai Bambu menyusul memburuknya hubungan kedua negara.
Kondisi ini menciptakan pukulan ganda bagi sektor perjalanan, mengingat jumlah wisatawan China ke Jepang juga mengalami penurunan serupa.
“Perjalanan orang Jepang (ke Tiongkok) merosot 90 persen akibat lonjakan pembatalan pemesanan dan pengurangan jadwal penerbangan,” ujar seorang pejabat agen perjalanan, sebagaimana dikutip dari The Straits Times pada Kamis (30/4).
Hubungan kedua negara memanas setelah PM Sanae Takaichi dalam sidang Parlemen November lalu memberikan isyarat bahwa Jepang mungkin akan memberikan dukungan kepada Amerika Serikat jika Taiwan diserang.
Sebagai respons, Beijing menerapkan pembatasan dagang dan mendesak warganya untuk menahan diri dari bepergian ke Jepang. Maskapai penerbangan China pun merespons dengan membatalkan serangkaian rute penerbangan ke Jepang.
Dampak ekonomi sangat terasa di destinasi wisata utama China, seperti Provinsi Shaanxi yang merupakan lokasi situs warisan dunia Terracotta Army. Seluruh penerbangan langsung dari Jepang ke wilayah tersebut telah dihentikan.
Para pemandu wisata berbahasa Jepang kini menghadapi ancaman pengangguran dan penurunan pendapatan yang drastis. Seorang pemandu wisata berusia 57 tahun di Beijing mengaku pendapatannya anjlok hingga 90 persen sejak Maret lalu.
“Saya belum memberikan tur kepada satu pun turis Jepang tahun ini,” ungkap seorang pria Tiongkok yang telah bekerja sebagai pemandu bahasa Jepang selama 30 tahun. Dia menyebut bahwa kunjungan sekolah menengah dari Jepang yang dijadwalkan pada April juga dibatalkan.
Para pelaku industri khawatir jika kondisi ini terus berlanjut, profesi pemandu wisata berbahasa Jepang akan punah. Banyak tenaga ahli yang sudah meninggalkan industri ini sejak pandemi Covid-19, dan kurangnya permintaan saat ini membuat tenaga baru tidak bisa mendapatkan pelatihan yang layak.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Hubungan China dan Jepang Ketegangan Diplomatik Pariwisata China





















