Rabu, 14/11/2018 12:06 WIB

Turki Kecam Israel atas Pembunuhan Perawat di Jalur Gaza

Pekerja bantuan dan staf medis bukanlah target, tweet kelompok kemanusiaan.

Seorang demonstran Palestina menggunakan raket untuk mengembalikan tabung gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan Israel selama protes menuntut hak untuk kembali ke tanah air mereka di perbatasan Israel-Gaza di Jalur Gaza selatan (Foto: REUTERS / Ibraheem Abu Mustafa

Istanbul - Bulan Sabit Merah Turki (Kizilay) mengutuk pembunuhan seorang paramedis, Razan al-Najar  yang bertugas  di Jalur Gaza.

"Kami mengutuk pembunuhan perawat Palestina #Razan_Najjar yang bertugas sebagai pekerja medis sukarela di lapangan di Jalur Gaza," ujar lembaga bantuan tersebut dalam akun resmi Twitter-nya.

"Pekerja bantuan dan staf medis adalah #NotATarget," sambungnya.

Korban yang berusia 24 tahun itu ditembak di bagian dada pada Jumat oleh penembak jitu Israel saat berlari memberikan bantuan medis pada demonstran Palestina yang terluka di kota Khan Younis di Jalur Gaza Selatan.

Dr Salah er-Rantisi, kepala Rumah Sakit Sahra di distrik itu, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa Najar dibawa ke rumah sakit dengan luka parah. "Peluru itu mengenai dadanya, menembus punggungnya," kata dia.

Puluhan warga Palestina, terkejut pada tewasnya dokter muda ini dan bergegas ke Rumah Sakit Eropa Gaza. Keluarga, teman, dan kolega Najar menangis, dan beberapa orang roboh ketika melihat tubuhnya.

Rekan-rekan Najar bersaksi bahwa tentara Israel tetap menembaknya meski dia menggunakan seragam putih khas paramedis. Dia juga sudah mengangkat tangannya untuk mengisyaratkan bahwa dia ingin membantu seorang pengunjuk rasa yang telah roboh 50 meter sebelum pagar perbatasan.

Menteri Kesehatan Palestina Jevad Avad mengatakan tindakan Israel menembak langsung seorang perawat sukarelawan adalah kejahatan perang.

TAGS : Razan al-Najar Isreal Bulan Sabit Merah Gaza




TERPOPULER :