Kamera pengintai keamanan yang menghadap ke jalan di sebelah bendera China di Beijing, China 25 November 2021. Foto: Reuters
Taipei, Jurnas.com - Taiwan mendesak China untuk mengakui penindakan brutal terhadap para demonstran di Lapangan Tiananmen Beijing 37 tahun lalu, dalam rangka memperingati ulang tahun peristiwa yang masih dianggap tabu bagi Beijing pada hari ini, Kamis (4/6).
"Saya sangat berharap China dapat menghadapi insiden 4 Juni 37 tahun lalu, mengakui kebenaran, meredakan rasa sakit, dan membuka pintu menuju rekonsiliasi dan dialog," kata Presiden Taiwan Lai Ching-te di halaman Facebook-nya.
Peristiwa di sekitar alun-alun pusat Beijing pada 4 Juni 1989 itu terjadi ketika pasukan Tiongkok melepaskan tembakan untuk mengakhiri protes pro-demokrasi yang dipimpin mahasiswa. Namun, peritiwa ini tidak dibahas secara terbuka di China dan peringatannya tidak dirayakan secara resmi.
Peringatan publik kini berlangsung di kota-kota luar negeri, termasuk Taipei. Para pemimpin senior pemerintah Taiwan sering menggunakan peringatan tersebut untuk mengkritik China, yang memandang Taiwan yang diperintah secara demokratis sebagai wilayahnya sendiri.
Lai memperingatkan agar masyarakat tidak percaya secara membabi buta pada militerisme, dan mengatakan bahwa pemerintah dan masyarakat yang sehat harus berupaya mendukung kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang alih-alih menggunakan kekerasan, pengawasan, dan cara pembatasan lainnya.
Sementara itu, China menganggap Lai sebagai separatis, dan telah menolak beberapa tawaran perundingan dari pemimpin Taipei. Bagi Beijing, hanya rakyat Taiwan yang dapat menentukan masa depan mereka.
Diketahui, tank-tank Tiongkok memasuki Lapangan Tiananmen sebelum fajar pada 4 Juni 1989, menembaki demonstran pro-demokrasi selama berminggu-minggu yang terdiri dari kalangan mahasiswa dan pekerja.
China tidak pernah memberikan angka pasti jumlah korban tewas, tetapi kelompok hak asasi manusia dan saksi mata mengatakan angka tersebut bisa mencapai ribuan. China menyalahkan protes tersebut pada kelompok kontra-revolusioner yang berupaya menggulingkan Partai Komunis yang berkuasa.
Di Hong Kong, tempat acara menyalakan lilin di Victoria Park kota itu pernah menarik puluhan ribu orang setiap tahun, peringatan publik berakhir setelah Beijing memberlakukan undang-undang keamanan nasional pada 2020.
Sejumlah acara peringatan masih diperkirakan akan berlangsung di sejumlah kota di seluruh dunia pada 4 Juni ini, termasuk empat lokasi di Jerman dan satu di Australia.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Peristiwa Tiananmen China vs Taiwan Presiden Taiwan Lai Ching-te
























