Sebuah file foto dari bendera nasional Taiwan. (Foto: AFP/Sam Yeh)
Taipei, Jurnas.com - Kantor Kepresidenan Taiwan menyatakan pada Jumat (22/5) belum menerima informasi apapun mengenai adanya penyesuaian atau penundaan penjualan militer dari pihak Amerika Serikat (AS).
Hal itu disampaikan menyusul pernyataan seorang pejabat senior AS yang mengisyaratkan adanya jeda dalam proses transfer persenjataan karena kebutuhan domestik Washington untuk mendanai konflik lain yang sedang berjalan.
Dikutip dari Reuters pada Jumat (22/5), Taiwan saat ini sedang menunggu persetujuan AS untuk paket penjualan senjata baru yang diperkirakan bernilai hingga USD$14 miliar.
"Saat ini kami belum menerima informasi relevan mengenai AS yang menyesuaikan penjualan militer ini," kata juru bicara Kantor Kepresidenan Taiwan Karen Kuo.
Secara hukum, Amerika Serikat terikat oleh undang-undang domestik untuk menyediakan sarana pertahanan bagi Taiwan guna melakukan perlindungan mandiri.
Di sisi lain, pemerintah China telah berulang kali menyerukan kepada AS untuk segera menghentikan seluruh penjualan senjata ke pulau tersebut, berdasarkan kebijakan Satu China.
Namun, pemerintah Taiwan secara konsisten menolak klaim kedaulatan Beijing dan menegaskan bahwa hanya rakyat Taiwan yang berhak menentukan masa depan mereka sendiri.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Senjata AS Taiwan Polemik China vs Taiwan Penjualan Senjata AS























