Aktivis Italia dari Armada Global Sumud yang menuju Gaza, Ilaria Del Mastro, seorang perawat di Rumah Sakit San Giovanni Addolorata, memberi isyarat saat tiba di Bandara Istanbul, setelah ditahan oleh pasukan Israel (Foto: Reuters)
Istanbul, Jurnas.com - Israel menyebutkan telah mendeportasi semua aktivis asing yang ditangkap oleh pasukannya dari armada yang menuju Gaza, setelah kelompok pertama tiba di Turki menyusul kecaman global atas perlakuan mereka dalam tahanan.
Ratusan aktivis dari berbagai negara di seluruh dunia ditahan di Israel setelah mereka dicegat di laut pada Senin (18/5) saat melakukan upaya terbaru dalam serangkaian upaya untuk menerobos blokade wilayah Palestina.
Sumber Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan 422 aktivis, termasuk 85 warga negara Turki, diterbangkan dari Israel selatan dengan tiga pesawat yang disewa oleh Ankara.
Penerbangan deportasi tersebut dikonfirmasi oleh Koalisi Armada Kebebasan, yang mengatakan beberapa aktivis lainnya telah dideportasi langsung ke negara asal mereka.
Kelompok pertama yang tiba terlihat di dalam terminal VIP di bandara Istanbul, saat kerumunan pendukung yang membawa bendera Palestina berkumpul untuk menyambut mereka, kata seorang koresponden AFP.
Pasukan Israel "menyerang kami. Masing-masing dari kami dipukuli, perempuan dan laki-laki... Itulah yang dialami warga Palestina sepanjang waktu," kata warga negara Turki Bulal Kitay, setelah turun dari pesawat.
Menteri Keamanan Nasional Israel yang berhaluan kanan jauh, Itamar Ben Gvir, memicu kecaman luas dan reaksi diplomatik pada hari Rabu setelah mengunggah video yang menunjukkan para aktivis yang ditahan dengan tangan terikat dan dahi menempel di tanah.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Oren Marmorstein, mengatakan pada hari Kamis bahwa "semua aktivis asing dari armada PR telah dideportasi dari Israel,". katanya.
"Israel tidak akan mengizinkan pelanggaran apa pun terhadap blokade laut yang sah di Gaza," ujarnya.
Setibanya di bandara Istanbul, salah satu aktivis berteriak “Rakyat Palestina tidak sendirian!” saat ia keluar dari terminal.
"Kami telah disiksa, kami telah dipukuli, kami telah ditangkap di perairan internasional, tetapi kami tidak akan menyerah. Kami akan kembali."
"Palestina akan bebas dari sungai hingga laut," katanya disambut sorak sorai dari kerumunan.
Sumber: Arabnews
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Global Sumud Pasukan Israel Aktivis Gaza Deportasi Aktivis























