Jum'at, 22/05/2026 11:54 WIB

Pelatih Dewa United Sebut Timnya Terlambat Panas





Pelatih asal Belanda itu menilai persoalan komposisi pemain pada awal musim menjadi penyebab utama tim kehilangan banyak poin penting.

Pelatih kepala Dewa United Banten FC, Jan Olde Riekerink (Foto: ileague.id)

Serang, Jurnas.com - Pelatih kepala Dewa United Banten, Jan Olde Riekerink, akhirnya mengungkap faktor utama yang dinilainya menjadi penghambat perjalanan tim sepanjang kompetisi Super League musim 2025/26.

Pelatih asal Belanda itu menilai persoalan komposisi pemain pada awal musim menjadi penyebab utama tim kehilangan banyak poin penting.

Menurut Riekerink, kondisi skuat yang belum ideal pada fase awal kompetisi membuat performa tim belum mampu tampil konsisten.

Situasi tersebut berdampak besar terhadap posisi Dewa United dalam persaingan klasemen.

Dalam konferensi pers menjelang pertandingan terakhir musim ini, Riekerink mengakui persoalan tersebut sebenarnya sudah beberapa kali ia sampaikan sebelumnya.

"Saya menilai masalah terbesar kami di awal musim adalah komposisi skuat. Saya sudah cukup sering menyampaikan hal ini, sehingga rasanya tidak perlu dijelaskan berulang kali," ujar Jan Olde Riekerink dikutip dari laman resmi liga 1 pada Jumat (22/5).

Meski mengalami awal musim yang sulit, pelatih Dewa United itu memberi apresiasi terhadap respons para pemain yang mampu menunjukkan peningkatan signifikan setelah memasuki paruh kedua kompetisi.

Ia menilai perubahan besar mulai terlihat setelah jeda kompetisi dan aktivitas transfer paruh musim.

Kehadiran sejumlah pemain serta meningkatnya persaingan sehat di internal tim disebut memberikan dampak positif terhadap performa Dewa United.

"Namun setelah jeda kompetisi dan bursa transfer paruh musim, persaingan di dalam tim menjadi jauh lebih baik. Jika melihat klasemen dalam 20 pertandingan terakhir, setidaknya sebelum laga menghadapi Persis Solo, kami berada di posisi kedua. Itu menunjukkan perkembangan yang sangat baik," katanya.

Riekerink menilai kebangkitan tim tidak terlepas dari semangat para pemain, termasuk kontribusi pemain-pemain kunci seperti Egy Maulana Vikri dan rekan-rekannya yang tampil lebih konsisten pada putaran kedua.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kehilangan banyak poin pada awal musim menjadi kerugian besar yang sulit diperbaiki sepenuhnya hingga akhir kompetisi.

Mantan pelatih Galatasaray itu kemudian mengibaratkan perjalanan Dewa United musim ini seperti sebuah perjalanan panjang yang ditentukan sejak langkah pertama.

"Kesalahan terbesar kami adalah gagal mengumpulkan banyak poin pada awal musim. Padahal setelah itu tim mampu bangkit dengan sangat baik dan memperlihatkan ambisi yang besar. Dalam kehidupan pun sering kali seperti itu, ketika sesuatu tidak berjalan sesuai harapan, penyebabnya biasanya berawal dari langkah pertama yang kurang tepat. Saya rasa itu gambaran paling tepat untuk musim kami," ucapnya.

Evaluasi tersebut menjadi sinyal bahwa Dewa United kemungkinan akan melakukan pembenahan sejak awal musim mendatang.

Dengan performa yang meningkat pada putaran kedua, Banten Warriors dinilai memiliki modal kuat untuk tampil lebih kompetitif jika mampu memulai musim dengan fondasi skuat yang lebih matang.

KEYWORD :

Dewa United Jan Olde Riekerink Super League Sepakbola Indonesia




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :