Rabu, 20/05/2026 22:28 WIB

Lembaga HAM Israel Beberkan Lokasi Penahanan Jurnalis Indonesia





Lembaga hak asasi manusia (HAM) Israel, `Adalah`, membeberkan lokasi penahanan ratusan aktivis dan jurnalis, termasuk tiga jurnalis asal Indonesia

Warga Palestina di antara reruntuhan bangunan di Kota Gaza, 29 Oktober 2025. REUTERS

Tel Aviv, Jurnas.com - Lembaga hak asasi manusia (HAM) Israel, `Adalah`, membeberkan lokasi penahanan ratusan aktivis dan jurnalis, termasuk tiga jurnalis asal Indonesia usai diintersep oleh militer Zionis pada awal pekan ini.

Para aktivis dan jurnalis ditangkap saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla membawa bantuan ke Gaza, Palestina, menyusul misi-misi sebelumnya yang juga dicegat oleh Israel di perairan internasional. Rekaman video memperlihatkan pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah sedikitnya dua kapal flotilla.

Melalui unggahan di platform X pada hari Senin, Kementerian Luar Negeri Israel menegaskan sikapnya terkait operasi penghentian kapal bantuan tersebut. “Israel tidak akan membiarkan pelanggaran apa pun terhadap blokade laut yang sah di Gaza,” tulis Kementerian Luar Negeri Israel.

Di sisi lain, kelompok HAM Israel, `Adalah, memberikan konfirmasi resmi mengenai situasi terkini para aktivis yang ditangkap di laut lepas.

“Para aktivis telah ditahan di pelabuhan Ashdod dan dibawa ke Israel di luar kehendak mereka saat pengacara Adalah masuk untuk konsultasi hukum,” tulis lembaga tersebut dalam sebuah pernyataan resmi, dikutip dari Reuters pada Rabu (20/5).

Dikatakan, para aktivis nantinya akan dibawa ke penjara Ketziot yang terletak di gurun Negev, Israel selatan. Mereka menjelaskan bahwa tim pengacara Adalah tidak akan bisa menemui para aktivis tersebut sampai mereka tiba di Ketziot.

Tanpa merinci berapa banyak warga negara Italia yang berada di dalam kapal, Kementerian Luar Negeri Italia menyatakan bahwa warga mereka diperkirakan akan dipindahkan ke fasilitas tertentu untuk proses identifikasi sebelum akhirnya diizinkan untuk pergi meninggalkan negara tersebut.

Kementerian Luar Negeri Italia mengonfirmasi bahwa beberapa warga Italia yang berada di dalam kapal meliputi seorang anggota parlemen serta seorang jurnalis.

Warga negara Korea Selatan juga dilaporkan termasuk di antara mereka yang ditahan oleh pasukan angkatan laut Israel. Menanggapi peristiwa ini, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung memberikan kecaman keras atas tindakan penahanan tersebut.

“Tindakan Israel sudah kelewatan. Apa dasar hukum untuk penangkapan tersebut? Apakah itu perairan teritorial Israel? Apakah itu tanah Israel? Jika ada konflik, apakah mereka dapat menyita dan menahan kapal negara ketiga? Menahan warga negara kami karena alasan yang tidak dibenarkan berdasarkan hukum internasional adalah tindakan yang terlalu berlebihan dan tidak manusiawi,” kata Presiden Lee Jae Myung.

Saat ini, sebagian besar dari 2 juta lebih penduduk Gaza telah kehilangan tempat tinggal, dan banyak di antara mereka terpaksa tinggal di rumah-rumah yang hancur dibom serta tenda-tenda darurat yang didirikan di lahan terbuka, pinggir jalan, atau di atas reruntuhan bangunan.

Israel yang mengendalikan seluruh akses menuju Jalur Gaza, membantah tuduhan bahwa mereka sengaja menahan pasokan kebutuhan bagi warga setempat. Tel Aviv juga dilaporkan tetap memegang kendali atas lebih dari 60 persen wilayah Gaza sejak gencatan senjata yang didukung AS pada Oktober lalu, sementara kelompok militan Hamas hanya mengendalikan sebagian kecil wilayah di sepanjang pesisir pantai.

KEYWORD :

Misi Global Sumud Flotilla Bantuan Gaza Jurnalis Indonesia Diculik




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :