Sebuah miniatur Angkatan Laut terlihat di depan bendera China dan Taiwan yang dipajang dalam ilustrasi yang dibuat pada 11 April 2023. REUTERS
Taipei, Jurnas.com - Kementerian Pertahanan China menekankan bahwa latihan militer rutin di sekitar Taiwan sepenuhnya dibenarkan dan masuk akal. Beijing juga menuding pemerintah Taiwan sebagai pemicu ketegangan di Selat Taiwan.
China, yang menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, hampir setiap hari mengerahkan kapal perang dan pesawat tempur ke perairan serta ruang udara di sekitar pulau tersebut.
Meski aktivitas ini memicu kecaman keras dari Taipei, Beijing jarang memberikan komentar resmi terkait operasi harian tersebut.
Juru bicara Kementerian Pertahanan China, Zhang Xiaogang, menyatakan bahwa Taiwan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah kedaulatan China. Menurut dia, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) mengorganisir latihan tersebut semata-mata untuk menjaga integritas teritorial nasional.
"Latihan ini sepenuhnya dibenarkan, wajar, dan sudah semestinya dilakukan," ujar Zhang sebagaimana dikutip dari Reuters pada Jumat (17/4).
Dia justru menuduh Partai Progresif Demokratik (DPP) yang berkuasa di Taiwan telah mendistorsi fakta, menjajakan kecemasan perang, serta mengintimidasi rakyat untuk memicu konfrontasi.
Di sisi lain, Presiden Taiwan Lai Ching-te memberikan respons tegas saat mengunjungi pangkalan militer di selatan Taiwan pada hari yang sama.
Lai menekankan bahwa meskipun perdamaian adalah harapan semua pihak, perdamaian sejati hanya dapat dicapai melalui kekuatan militer yang mumpuni.
"Hanya melalui kesiapsiagaan yang berkelanjutan kita dapat menangkal ancaman. Kita harus siap bertempur untuk menghindari pertempuran, dan mampu berperang untuk menghentikan perang," ujar Lai.
Dalam kesempatan tersebut, Lai kembali mendesak Parlemen yang didominasi oposisi untuk segera mengesahkan anggaran pertahanan khusus senilai USD$40 miliar yang saat ini masih tertahan. Langkah penguatan militer Taiwan ini mendapat dukungan penuh dari Amerika Serikat selaku pemasok utama senjata bagi pulau tersebut.
Ketegangan ini semakin diperkeruh dengan pernyataan Zhang yang menuduh Presiden Lai menggunakan uang rakyat Taiwan untuk menjilat Amerika Serikat.
Zhang juga menyindir Washington dengan menyebut bahwa pihak AS hanya peduli pada keuntungan materi dan tidak keberatan meraup profit dari situasi konflik.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
China vs Taiwan Latihan Militer China Perairan Taiwan


























