Minggu, 31/05/2026 04:37 WIB

Peringatan Hari Raya Waisak 2026, Ini Sejarah hingga Maknanya





Hari Raya Waisak 2570 BE pada tahun 2026 diperingati umat Buddha pada Minggu, 31 Mei 2026.

Ilustrasi - Perayaan Waisak di Candi Borobudur (Foto: Jatengprov)

Jakarta, Jurnas.com - Hari Raya Waisak 2570 BE pada tahun 2026 diperingati umat Buddha pada Minggu, 31 Mei 2026.

Perayaan ini menjadi momen paling suci bagi umat Buddha di berbagai negara, termasuk Indonesia, karena memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gautama yang dikenal sebagai Tri Suci Waisak.

Pemerintah Indonesia juga menetapkan Hari Raya Waisak sebagai hari libur nasional. Perayaan Waisak tahun ini kembali dipusatkan di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, yang menjadi lokasi utama rangkaian prosesi keagamaan umat Buddha dari berbagai daerah dan negara.

Waisak berasal dari kata Vesakha dalam bahasa Pali atau Vaisakha dalam bahasa Sanskerta, yang merujuk pada bulan dalam kalender Buddhis ketika perayaan tersebut dilaksanakan.

Hari Raya Waisak diperingati saat bulan purnama dan menjadi hari besar keagamaan umat Buddha di seluruh dunia.

Perayaan ini memiliki sejarah panjang karena berkaitan langsung dengan perjalanan hidup Siddhartha Gautama yang kemudian dikenal sebagai Buddha Gautama.

Dalam tradisi Buddhis, Waisak memperingati tiga peristiwa besar yang dipercaya terjadi pada hari yang sama saat bulan purnama, yakni kelahiran Pangeran Siddhartha Gautama, pencapaian Penerangan Agung hingga menjadi Buddha, serta Parinibbana atau wafatnya Buddha Gautama.

Karena memperingati tiga peristiwa penting tersebut, Waisak sering disebut sebagai Hari Raya Tri Suci Waisak. Momentum ini menjadi waktu bagi umat Buddha untuk melakukan refleksi diri, memperkuat praktik kebajikan, serta memperdalam ajaran Dharma dalam kehidupan sehari-hari.

Perayaan Waisak 2570 BE tahun 2026 dipusatkan di kawasan Candi Borobudur bersama dua candi Buddha lainnya, yaitu Candi Mendut dan Candi Pawon.

Rangkaian kegiatan berlangsung sejak akhir Mei dengan berbagai prosesi keagamaan seperti puja bakti, meditasi, kirab Waisak, pembacaan paritta suci, hingga pelepasan lampion yang menjadi simbol perdamaian dan harapan.

Panitia memperkirakan puluhan ribu umat Buddha menghadiri puncak perayaan Waisak tahun ini. Selain menjadi agenda keagamaan, perayaan tersebut juga menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin menyaksikan prosesi sakral di Borobudur.

Hari Raya Waisak tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat semangat persaudaraan, kemanusiaan, serta harmoni antarumat beragama.

Melalui peringatan ini, umat Buddha diajak meneladani ajaran Buddha Gautama tentang kasih sayang, kebijaksanaan, dan pengendalian diri dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

KEYWORD :

Hari Raya Waisak 2570 BE Tahun 2026 umat Buddha 31 Mei




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :