Gelandang timnas Inggris, Jude Bellingham, dan manajer Thomas Tuchel (Foto: Goal)
Jakarta, Jurnas.com - Babak semifinal Piala Dunia 2026 menyajikan salah satu pertandingan paling dinanti dalam sejarah sepak bola modern saat dua rival abadi, Argentina dan Inggris, resmi bersua demi satu tiket ke partai puncak.
Berdasarkan jadwal resmi yang dikutip dari FIFA, duel klasik penuh gengsi ini akan digelar di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Amerika Serikat, pada Kamis (16/7) dini hari WIB.
Kedua tim melangkah ke babak empat besar setelah melewati perjuangan melelahkan lewat babak perpanjangan waktu pada fase sebelumnya.
Argentina sukses menumbangkan Swiss dengan skor 3-1, sementara Inggris melaju setelah mengandaskan perlawanan ketat Norwegia berkat performa gemilang lini serang mereka.
Pertemuan di Atlanta ini tidak hanya sekadar perebutan tiket final, melainkan kelanjutan dari lembaran sejarah persaingan sengit yang sarat akan tensi tinggi dan drama.
Kedua negara tercatat telah bertemu sebanyak 14 kali, baik dalam kompetisi resmi maupun laga persahabatan.
Dari total catatan pertemuan tersebut, Inggris sebenarnya memiliki keunggulan tipis secara keseluruhan dengan mengemas enam kemenangan, sementara Argentina baru mengoleksi tiga kemenangan, dan lima pertandingan sisanya berakhir dengan hasil imbang.
Dari segi produktivitas gol pun, armada Tiga Singa sedikit berada di depan dengan total menggelontorkan 21 gol ke gawang Argentina, berbanding 15 gol yang berhasil dilesakkan oleh tim tango.
Namun, statistik di atas kertas ini kerap kali tidak berarti banyak ketika kedua tim sudah berada di atas lapangan hijau, terutama di panggung sebesar Piala Dunia.
Rivalitas sejati antara kedua negara justru paling sering meledak ketika mereka dipertemukan di putaran final Piala Dunia, di mana mereka telah bentrok sebanyak lima kali sepanjang sejarah.
Pertemuan pertama terjadi pada fase grup Piala Dunia 1962 yang dimenangi Inggris dengan skor 3-1, disusul duel babak perempat final tahun 1966 di Stadion Wembley yang penuh kontroversi dan berakhir 1-0 untuk kemenangan Inggris sebelum mereka keluar sebagai juara dunia.
Pertempuran paling ikonik kemudian pecah pada perempat final Piala Dunia 1986 di Meksiko, saat Diego Maradona menghentak dunia dengan mencetak dua gol bersejarah, yakni gol ikonik yang dikenal sebagai gol Tangan Tuhan serta aksi solo memukau melewati barisan pertahanan Inggris yang membawa Argentina menang 2-1 dan akhirnya keluar sebagai juara dunia.
Ketegangan berlanjut pada babak 16 besar Piala Dunia 1998 di Prancis yang melahirkan drama kartu merah David Beckham akibat berseteru dengan Diego Simeone serta aksi gol spektakuler Michael Owen remaja.
Laga sengit yang berakhir imbang 2-2 selama waktu normal tersebut pada akhirnya dimenangi oleh Argentina lewat drama adu penalti dengan skor 4-3.
Pertemuan terakhir kedua tim di ajang resmi terjadi 24 tahun silam, tepatnya pada fase grup Piala Dunia 2002 di Jepang, saat David Beckham menuntaskan misi balas dendamnya dengan mencetak gol tunggal lewat titik putih untuk membawa Inggris menang 1-0 sekaligus menyingkirkan Argentina lebih awal dari turnamen.
Kini, setelah lebih dari dua dekade tidak saling berhadapan di turnamen terakbar ini, Atlanta akan menjadi saksi babak baru dari perseteruan panjang mereka.
Dengan ambisi besar Argentina untuk mempertahankan gelar juara dunia bersama generasi seniornya, berhadapan langsung dengan generasi emas Inggris yang tengah lapar akan trofi internasional, pertandingan semifinal ini dipastikan akan berjalan dramatis, penuh intrik taktis, dan emosi tinggi sejak menit pertama ditiupkan.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Sepakbola Dunia Piala Dunia 2026 Timnas Argentina Timnas Inggris





















