Ilustrasi makna kalimat tarji (Foto: Unsplash/Sasha Freemind)
Jakarta, Jurnas.com - Di masyarakat Indonesia, kalimat “Inna lillahi wa inna ilaihi raji`un” sangat identik dengan kabar duka cita atau peristiwa kematian.
Ketika mendengar kalimat ini diucapkan melalui pengeras suara masjid atau grup percakapan, fokus pikiran kita hampir selalu tertuju pada kehilangan seseorang.
Namun, apakah makna kalimat ini hanya sebatas penanda adanya kematian?
Secara bahasa, kalimat yang kerap disebut sebagai kalimat Tarji ini memiliki arti yang sangat mendalam, yaitu "Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan kepada-Nyalah kami akan kembali."
Dihimpun dari berbagai sumber, jika dibedah lebih jauh, kalimat ini memuat dua filosofi teologis yang fundamental dalam Islam.
Tiga Doa Ketika Mendapat Kabar Duka atau Musibah
Pertama adalah pernyataan kepemilikan (Inna Lillahi) yang menegaskan bahwa apa pun yang ada di dunia ini—mulai dari nyawa, harta, takhta, hingga keluarga—bukanlah milik manusia seutuhnya melainkan amanah sementara milik Allah SWT.
Kedua ialah pernyataan tujuan (Wa Inna Ilaihi Raji`un) yang menjadi pengingat konstan bahwa dunia hanyalah tempat persinggahan dan segala yang berasal dari pencipta pasti akan kembali kepada penciptanya.
Dalam ajaran Islam, penggunaan kalimat ini rupanya jauh lebih luas daripada sekadar diucapkan saat mendengar kabar kematian seseorang.
Berikut ini beberapa kondisi utama penggunaan kalimat tarji yang tepat:
Pertama, kalimat ini diucapkan saat mengalami segala bentuk musibah dan kesulitan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur`an Surah Al-Baqarah ayat 155-156 bahwa kabar gembira diberikan kepada orang-orang yang sabar, yaitu mereka yang apabila ditimpa musibah langsung mengucapkan kalimat tarji.
Musibah di sini tidak melulu soal kehilangan nyawa. Kerugian materi, tertimpa penyakit, motor mogok saat kerja di lapangan, hingga hal kecil seperti tersandung batu atau mati lampu pun termasuk musibah yang disunahkan untuk direspons dengan kalimat ini.
Kedua, kalimat tarji digunakan sebagai wujud penyerahan diri atau tawakal serta kendali emosi. Mengucapkan kalimat ini saat menghadapi situasi buruk adalah obat psikologis yang nyata bagi seorang Muslim. Kalimat ini diucapkan sebagai bentuk keikhlasan.
Dengan menyadari bahwa semua hal pada hakikatnya adalah milik Allah, seseorang akan lebih mudah meredam rasa sedih yang berlebihan, stres, maupun amarah ketika sesuatu yang mereka cintai hilang atau rusak.
Ketiga, mengucapkan kalimat ini menjadi jalan untuk meraih pahala dan ganti yang lebih baik. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa bagi setiap Muslim yang tertimpa musibah lalu mengucapkan kalimat tarji dan menyambungnya dengan doa memohon pahala serta ganti yang baik, maka Allah pasti akan memberikan ganti yang jauh lebih baik dari apa yang telah hilang tersebut.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Kalimat Tarji Kabar Duka Makna Kalimat Tarji


























