Rabu, 15/07/2026 23:27 WIB

Sasar Pemprov Indonesia, Malaysia Buka Ruang Kolaborasi Pendidikan Tinggi





Pemerintah Malaysia membuka ruang kolaborasi yang menyasar pemerintah provinsi di Indonesia guna memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di tingkat regional

Seminar Pendidikan Tinggi Malaysia 2026 (Foto: Habib/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com – Pemerintah Malaysia membuka ruang kolaborasi yang menyasar pemerintah provinsi di Indonesia guna memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di tingkat regional.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia, Datuk Dr. Haji Aminuddin bin Hassim mengatakan bahwa langkah ini diharapkan menjadi titik balik agar arus mobilitas akademik dan beasiswa internasional tidak lagi terpusat di ibu kota.

Hal tersebut disampaikannya saat meresmikan Seminar Pendidikan Tinggi Malaysia Tahun 2026 di Hotel Mercure Gatot Subroto, Jakarta, Senin (13/7).

Dalam pidatonya, Aminuddin menggarisbawahi bahwa bahtera pengantarabangsaan pendidikan tinggi di masa depan menuntut adanya pergeseran pola gerak yang tidak lagi bertumpu secara konvensional atau tersentralisasi semata.

"Bahtera yang mengarungi lautan internasional `pendidikan` ini seharusnya dipacu bersama di antara kedua pemerintahan negara, termasuk Pemerintah Provinsi yang berperan sebagai pengemudi arah kebijakan pembangunan wilayah-wilayah di Republik Indonesia," ujar Datuk Aminuddin.

Untuk itu, Malaysia menggandeng Forum Komunikasi Penghubung Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (FORKAPPSI) sebagai mitra penggerak pengaruh di tingkat akar umbi.

Aminuddin menyebutkan ada lima elemen strategis yang ditawarkan Malaysia dalam platform bersepadu ini, yakni pembangunan bakat dari jalur pendidikan ke karier, penguatan sektor ekonomi wilayah lewat kerja sama TVET, pemerkasaan kepemimpinan institusi, optimalisasi jejaring alumni, serta pemanfaatan data digital yang terukur.

Keterbukaan aliansi ini, menurut Aminuddin, didasari oleh posisi tawar strategis Indonesia sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia di kawasan ASEAN.

Pihak Malaysia menyatakan siap membuka diri secara fleksibel untuk menyesuaikan program akademik dengan keutamaan kebutuhan yang dimiliki oleh masing-masing provinsi di tanah air.

"Melalui kerjasama ini, kedua-dua buah negara bukan sahaja melahirkan graduan, tetapi kita sedang membentuk generasi pemacu pembangunan wilayah dan rantau serantau yang lebih berdaya saing, berdaya tahan, dan berwibawa di persada dunia," katanya.

Sementara itu, Kuasa Usaha Sementara Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Tuan Farzamie Sarkawi menekankan bahwa pihak kedutaan terus menempatkan diplomasi pendidikan sebagai instrumen vital dalam memperkokoh hubungan kemitraan strategis komprehensif kedua negara.

Sinergi ini, kata dia, diharapkan mampu memperluas akses masyarakat di berbagai provinsi Indonesia terhadap ekosistem pendidikan tinggi Malaysia yang kompetitif.

"Kedutaan Besar Malaysia akan terus memainkan peran sebagai pemudah cara (facilitator), penghubung (connector), dan pemangkin (catalyst) demi melahirkan talenta global yang tetap menjaga jati diri serantau," ujar dia.

Sebagai informasi, seminar ini turut dihadiri oleh CEO Education Malaysia Global Services (EMGS) Encik Novie Tajudin, Naib Canselor Universiti Utara Malaysia Prof. Dr. Ahmad Martadha Mohamed, Pengarah EMI Dr. Hasnul Faizal bin Hushin Amri, serta Ketua Umum FORKAPPSI Bapak Ichsanul Arifin Siregar dan sebanyak 33 wakil badan penghubung provinsi melalui FORKAPPSI.

KEYWORD :

Aminuddin bin Hassim Kerja Sama Pendidikan Kuliah di Malaysia Farzamie Sarkawi




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :