Senin, 13/07/2026 16:32 WIB

Gandeng RI, Malaysia Dorong Kerja Sama Dirgantara hingga Kecerdasan Buatan





Pemerintah Malaysia berupaya mendorong kerja sama dengan Indonesia melalui pengembangan riset teknologi

Ilustrasi - Seorang peneliti tengah melakukan pengujian sampel di laboratorium teknologi (Foto: Pexels/Polina Tankilevitch)

Jakarta, Jurnas.com - Pemerintah Malaysia mendorong kerja sama dengan Indonesia melalui pengembangan riset teknologi. Sektor dirgantara hingga kecerdasan buatan (AI) menjadi agenda utama yang akan didorong dalam implementasi hubungan bilateral kedua negara.

Ketua Setiausaha (Sekretaris Jenderal) Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia, Dr. Datuk Aminuddin bin Hassim menjelaskan, penguatan riset teknologi masa depan ini merupakan kelanjutan dari Memorandum of Understanding (MoU) bidang pendidikan tiga tahun lalu.

"Kita sudah memiliki MoU tahun 2023, sekitar 3 tahun yang lalu. Jadi, itu menjadi salah satu platform bagi kita untuk memperhalus dan merinci bidang-bidang yang lebih sesuai," ujar Datuk Aminuddin kepada Jurnas.com, Senin (13/7).

Aminuddin merinci, pada sektor dirgantara, fokus kerja sama akan diarahkan pada pengembangan satelit, pesawat tanpa awak (drone), serta teknologi kedirgantaraan sejenisnya. Sementara di bidang kecerdasan buatan, kedua negara akan memetakan integrasi sistem yang komprehensif.

Selain itu, Malaysia juga mendorong riset bersama pada pemanfaatan teknologi nuklir untuk kepentingan nonsenjata, yakni pemuliaan sektor pertanian agar lebih tangguh menghadapi ancaman banjir maupun kemarau ekstrem.

Sektor energi hijau (green technology) serta pemrosesan material energi terbarukan seperti logam tanah jarang (rare earth) juga turut menjadi poin penekanan.

"Ini adalah bidang-bidang yang menjadi penekanan saat saya berdiskusi nanti," ujarnya.

Di sisi lain, Aminuddin menekankan bahwa meskipun Malaysia saat ini menaruh perhatian besar pada Rencana Strategis Pendidikan Tinggi yang menekankan STEM dan TVET (Pendidikan Vokasi), pintu akademis di negaranya dipastikan tetap inklusif.

"Kami terbuka. Bidang-bidang itu (STEM dan TVET) memang ingin kami fokuskan, tetapi tidak sepenuhnya. Kami tetap terbuka untuk bidang kebudayaan, sastra, ilmu sosial, dan sebagainya," ujar Aminuddin.

Guna merealisasikan target aliansi sains ini, Pemerintah Malaysia mendorong kolaborasi aktif dari aliansi jejaring alumni mahasiswa kedua negara. Kerja sama riset bilateral yang digagas oleh para alumni nantinya berpeluang mendapatkan dukungan pembiayaan langsung.

"Jika mereka ingin mengadakan aktivitas atau melakukan penelitian bersama, kita lihat bagaimana boleh kita berikan beasiswa atau hibah penelitian untuk mendukung riset di bidang-bidang ini," katanya.

Terkait aksesibilitas pengurusan kuliah, Malaysia saat ini tengah merancang platform ASEAN Gems. Melalui platform tersebut, calon mahasiswa S2 dan S3 asal Indonesia dapat dengan mudah memetakan ketersediaan kursus, universitas, hingga skema beasiswa.

KEYWORD :

Aminuddin bin Hassim Kerja Sama Riset MoU Indonesia Malaysia




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :