Senin, 13/07/2026 12:25 WIB

Israel Terus Hancurkan Kebun Zaitun Milik Warga Palestina





Sejumlah buldoser Israel pada Minggu (12/7) terus meratakan lahan pertanian di desa Zububa, sebelah barat Jenin, di Tepi Barat yang diduduki pihak zionis.

Buldoser Israel menghancurkan kebun zaitun milik warga Palestina (Foto: Arab News)

Tepi Barat, Jurnas.com - Sejumlah buldoser Israel pada Minggu (12/7) terus meratakan lahan pertanian di desa Zububa, sebelah barat Jenin, di Tepi Barat yang diduduki pihak zionis.

Sumber-sumber lokal mengatakan buldoser Israel melanjutkan pekerjaan pada pagi hari, membersihkan area pertanian dan mencabut pohon-pohon zaitun, yang menyebabkan kerusakan parah pada properti penduduk dan mengancam mata pencaharian puluhan keluarga.

Dikatakan bahwa pasukan Israel telah menghancurkan lebih dari 1.500 pohon zaitun milik desa sejak awal bulan ini, menyusul pemberitahuan sebelumnya yang memerintahkan pencabutan pohon zaitun di atas lahan seluas 128 dunum di Zububa.

Perataan tanah yang sedang berlangsung telah menyebabkan kerugian signifikan bagi para petani Palestina yang bergantung pada budidaya zaitun sebagai sumber pendapatan utama.

Pasukan Israel juga membuldoser lahan pertanian di antara desa Deir Qaddis dan Kharbatha Bani Harith, sebelah barat Ramallah, sebagaimana dikutip dari Arab News pada Senin (13/7).

Militer Israel meratakan ratusan dunum lahan di antara kedua desa tersebut, yang sebagian besar ditanami pohon zaitun, sebagai bagian dari pekerjaan untuk menghubungkan area itu dengan koloni Israel di Nili.

Sementara itu, pemukim Israel menyerang petani Palestina yang sedang bekerja di lahan mereka di desa Tayasir, sebelah timur Tubas. Tentara juga menghalangi petani menggarap lahan mereka.

Sejauh ini, pinggiran Tayasir menyaksikan serangan berulang kali oleh pemukim Israel yang menargetkan penduduk dan properti mereka, di samping adanya upaya untuk mendirikan pos terdepan permukiman Israel yang baru di area tersebut.

KEYWORD :

Militer Israel Lahan Pertanian Kebun Zaitun Tepi Barat




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :