Senin, 13/07/2026 12:53 WIB

Militer AS Lancarkan Serentetan Serangan Baru ke Iran





Militer Amerika Serikat (AS) mengumumkan telah menyelesaikan babak baru serangan di Iran, yang bertujuan untuk mencegah Republik Islam menyerang Selat Hormuz

Kapal gas alam cair lewat di Selat Hormuz (Foto: Reuters)

Washington, Jurnas.com - Militer Amerika Serikat (AS) mengumumkan telah menyelesaikan babak baru serangan di Iran, yang bertujuan untuk mencegah Republik Islam tersebut menyerang pelayaran di jalur vital Selat Hormuz.

"Pasukan CENTCOM menyerang sistem pertahanan udara militer Iran, situs radar pesisir, kemampuan rudal dan drone, serta kapal-kapal kecil menggunakan pesawat tempur AS, kapal angkatan laut, drone udara serang satu arah, dan drone laut serang satu arah untuk pertama kalinya," kata militer AS di platform X.

Gejolak ini merupakan yang terbaru yang merusak perjanjian sementara antara Washington dan Teheran yang bertujuan untuk mengakhiri perang mereka, yang telah menyebabkan gelombang kejut ekonomi global sejak dimulai pada akhir Februari.

Serangan terbaru oleh pasukan AS dimulai pada pukul 21.00 GMT pada Minggu (12/7) kekmarin, menyusul sekitar 140 serangan pada malam sebelumnya.

Media pemerintah Iran melaporkan serangan AS menargetkan wilayah yang luas di seluruh Iran selatan dan barat, termasuk pulau Qeshm dan Bandar Abbas di dekat selat tersebut, serta di provinsi Khuzestan yang berbatasan dengan Irak.

Iran juga melaporkan serangan di dua pulau selatannya, sementara Kuwait yang berulang kali menjadi target Teheran untuk menyerang instalasi AS, mengatakan bahwa pos perbatasan dan anjungan minyak lepas pantai telah diserang.

Pertempuran yang kembali pecah ini menyusul serangan Iran pada Minggu pagi terhadap sebuah kapal komersial di Selat Hormuz. Para kru kapal terpaksa meninggalkan kapal tersebut setelah dilalap api.

Garda Revolusi Iran mengatakan setelah insiden tersebut bahwa "Selat Hormuz akan ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut dan sampai berakhirnya intervensi Amerika di wilayah ini," menurut kantor berita negara IRNA.

Namun, CENTCOM membalas di X bahwa selat itu "terbuka untuk semua kapal yang ingin melintas secara sah."

Kendali atas jalur air strategis tersebut telah menjadi alat tawar utama bagi Iran. Salah seorang penasihat pemimpin tertinggi Iran menilai Selat Hormuz lebih penting daripada puluhan bom atom.

KEYWORD :

Blokade Selat Hormuz Perang AS vs Iran Konflik Timur Tengah




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :