Penyerang timnas Argentina, Julian Alvarez merayakan golnya bersama rekan-rekannya saat menghadapi Swiss di perempat final Piala Dunia 2026, pada Minggu (12/7) pagi hari WIB (Foto: FIFA)
Jakarta, Jurnas.com - Panggung Piala Dunia 2026 siap menyajikan salah satu rivalitas paling legendaris di jagat sepak bola.
Tim nasional Argentina dipastikan akan menantang Inggris dalam babak semifinal yang diprediksi berlangsung sengit di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, pada Kamis (16/7) pukul 02.00 WIB.
Menjelang laga hidup-mati tersebut, penyerang andalan Argentina, Julian Alvarez, mengingatkan rekan-rekan setimnya untuk tidak lengah. Menurutnya, fase empat besar turnamen sebesar Piala Dunia tidak pernah menyajikan laga yang mudah, siapa pun lawannya.
"Semifinal Piala Dunia akan selalu menjadi pertandingan yang sulit," ujar Alvarez seperti dikutip dari laman resmi FIFA, Senin (13/7).
Bagi Alvarez, laga semifinal ini juga menjadi momentum pembuktian ketajamannya yang mulai kembali.
Pemain yang kini merumput bersama Atletico Madrid tersebut menjadi aktor penting yang meloloskan Albiceleste ke semifinal, berkat sumbangan satu golnya saat Argentina menumbangkan Swiss dengan skor meyakinkan 3-1 di babak perempat final di Stadion Kansas City, Minggu (12/7) lalu.
Gol tersebut terasa sangat spesial bagi striker berusia 26 tahun itu. Selain menjadi gol perdananya di edisi Piala Dunia 2026, torehan tersebut merupakan gol kelimanya di sepanjang sejarah keikutsertaannya di ajang akbar empat tahunan ini, sejak melakoni debutnya pada Piala Dunia 2022 di Qatar silam.
Prediksi Starting XI Timnas Prancis vs Spanyol
Meski sedang dalam kepercayaan diri tinggi, Alvarez enggan meremehkan kekuatan The Three Lions, julukan timnas Inggris yang melaju ke semifinal setelah menyudahi perlawanan ketat Norwegia dengan skor 2-1.
"Kami sudah melihat cara mereka bermain dan mereka adalah tim yang hebat dengan pemain-pemain berkualitas tinggi. Namun, saat ini kami fokus pada diri kami sendiri, dan untuk sementara yang terpenting adalah memulihkan kondisi," kata Alvarez.
Laga ini bukan sekadar perebutan tiket menuju partai puncak, melainkan juga misi Argentina untuk memutus rantai dominasi Inggris.
Berdasarkan sejarah, kedua raksasa ini sudah bertemu sebanyak lima kali di pentas Piala Dunia. Sayangnya, catatan historis berpihak pada Inggris yang sukses mendominasi dengan mengemas tiga kemenangan.
Pertemuan terakhir kedua tim di Piala Dunia bahkan menyisakan memori kelam bagi publik Argentina. Terjadi 24 tahun lalu pada Piala Dunia 2002 di Jepang dan Korea Selatan, Albiceleste harus bertekuk lutut 0-1 dari Inggris akibat gol penalti tunggal yang dieksekusi oleh David Beckham.
Kini, dengan skenario yang jauh berbeda dan dipimpin oleh sang megabintang Lionel Messi yang akhirnya akan kembali menghadapi musuh bebuyutannya tersebut, Argentina bertekad mengukir sejarah baru di tanah Amerika.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Sepakbola Dunia Piala Dunia 2026 Timnas Argentina Timnas Inggris Julian Alvarez

























