Ahmad Habib Ali, mantan kolonel Suriah era Bashar Assad (Foto: SANA/Arab News)
Damaskus, Jurnas.com - Otoritas Suriah menangkap Ahmad Habib Ali, mantan kolonel di rezim Bashar Assad, atas keterlibatannya dalam serangkaian serangan gas sarin antara 2013 dan 2017 selama perang saudara di negara tersebut.
Kementerian Dalam Negeri menyatakan bahwa Ali mengawasi produksi dan penyimpanan senjata kimia, termasuk gas sarin, dalam kapasitasnya sebagai mantan kepala Unit 417 di Pusat Studi dan Riset Ilmiah (SSRC), menurut Kantor Berita Arab Suriah (SANA).
Dikutip dari Arab News pada Rabu (15/7), mantan kolonel tersebut ditangkap di tempat persembunyiannya di provinsi pesisir Latakia.
Pihak berwenang menuduhnya memproduksi sekitar 20 bom udara berisi gas sarin, yang masing-masing seberat 250 kg. Bahan peledak tersebut digunakan dalam berbagai serangan di kota-kota Suriah.
Agen kimia sarin digunakan oleh pasukan Assad pada Agustus 2013 terhadap penduduk Ghouta, sebuah kawasan pertanian di pinggiran Damaskus, yang mengakibatkan kematian sedikitnya 1.400 orang.
Serangan mematikan ini menyebabkan banyak korban dari kalangan anak-anak. Antara 2011 dan 2024, pasukan pro-pemerintah tercatat menggunakan sarin lebih dari 50 kali.
Diketahui, SSRC didirikan pada tahun 1971. Operasinya runtuh ketika rezim tersebut jatuh pada Desember 2024, usai Israel juga melakukan sejumlah serangan terhadap fasilitas-fasilitasnya.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Senjata Kimia Suriah Gas Sarin Ahmad Habib Ali Bashar Assad


























