Rabu, 15/07/2026 21:26 WIB

Awal Safar 1448 H, LF PBNU: Hilal Sudah Ada di Atas Ufuk





Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) merilis hasil perhitungan hisab menjelang penetapan awal bulan Safar 1448 Hijriah.

Ilustrasi - Pemantauan hilal (Foto: RRI)

Jakarta, Jurnas.com - Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) merilis hasil perhitungan hisab menjelang penetapan awal bulan Safar 1448 Hijriah.

Berdasarkan data tersebut, posisi hilal pada Rabu, 15 Juli 2026, telah berada di atas ufuk di seluruh wilayah Indonesia dan memenuhi kriteria imkanur rukyat.

Hasil tersebut tertuang dalam Surat Instruksi Awal Safar 1448 H yang diterbitkan LF PBNU pada Rabu (15/7/2026). Perhitungan dilakukan menggunakan metode ilmu falak (hisab) jama`i atau tahqiqi tadqiqi ashri kontemporer khas Nahdlatul Ulama dengan markaz di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat.

Berdasarkan hisab LF PBNU, tinggi hilal di Jakarta saat Matahari terbenam mencapai 12 derajat 31 menit, dengan elongasi 14 derajat 43 menit dan lama hilal berada di atas ufuk selama 26 menit 44 detik.

Sementara itu, ijtimak atau konjungsi terjadi pada Selasa, 14 Juli 2026 pukul 16.44.53 WIB. Saat Matahari terbenam, posisi hilal berada 1 derajat 1 menit 29 detik di utara Matahari dengan kondisi hilal miring ke arah utara.

LF PBNU menjelaskan bahwa parameter hilal di seluruh wilayah Indonesia telah melampaui batas minimum kriteria imkanur rukyat yang berlaku, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

"Untuk seluruh Indonesia, hilal sudah ada di atas ufuk pada saat Matahari terbenam," demikian bunyi keterangan dalam surat LF PBNU dikutip NU Online, Rabu (15/7).

Adapun parameter hilal terkecil itu terdapat di Kota Merauke, Provinsi Papua Selatan. Ketinggian hilal di sana mencapai +11 derajat 13 menit, elongasi hilal haqiqy 13 derajat 25 detik dan lama hilal di atas ufuk 53 menit 37 detik.

Sementara tinggi hilal terbesar terjadi di Kota Lhoknga, Provinsi Aceh. Ketinggian hilal di sana mencapai +12 derajat 57 menit, elongasi hilal haqiqy 15 derjaat 19 menit dan lama hilal di atas ufuk 58 menit 28 detik.

Data tersebut menunjukkan bahwa seluruh wilayah Indonesia telah memenuhi syarat astronomis untuk kemungkinan terlihatnya hilal. (*)

KEYWORD :

LF PBNU Posisi Hilal Awal Safar Bulan Safar




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :