Selasa, 14/07/2026 18:24 WIB

Asal Usul Penamaan Bulan Safar dan Makna di Baliknya





Umat Islam diperkirakan akan segera memasuki bulan Safar 1448 Hijriah setelah berakhirnya bulan Muharram

Ilustrasi bulan Safar (Foto: Tebuireng Online)

Jakarta, Jurnas.com - Umat Islam diperkirakan akan segera memasuki bulan Safar 1448 Hijriah setelah berakhirnya bulan Muharram. Di balik kedudukannya sebagai bulan kedua dalam kalender Hijriah, Safar ternyata memiliki sejarah penamaan yang menarik dan kerap disalahpahami.

Sebagian masyarakat masih mengaitkan bulan Safar dengan berbagai mitos kesialan. Padahal, menurut para ulama, nama Safar sama sekali tidak lahir dari kepercayaan tersebut, melainkan berasal dari kondisi kehidupan masyarakat Arab pada masa lampau.

Dalam bahasa Arab, kata Safar (صفر) berarti kosong, sepi, atau sunyi. Makna ini merujuk pada keadaan perkampungan di Jazirah Arab yang ditinggalkan penduduknya ketika memasuki bulan tersebut.

Pengajar Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam Bangkalan, Ustadz Sunnatullah, dalam artikel berjudul Bulan Safar: Latar Belakang Nama dan Mitos Kesialan di Dalamnya yang dimuat NU Online, menjelaskan penamaan Safar berkaitan erat dengan kebiasaan masyarakat Arab sebelum Islam.

Dia mengatakan bahwa dalam bahasa Arab, Safar memiliki arti sepi atau sunyi sesuai keadaan masyarakat Arab yang selalu sepi pada bulan Safar, demikian dikutip NU Online.

Menurutnya, pada bulan Safar masyarakat Arab umumnya meninggalkan kampung halaman untuk bepergian jauh, berdagang, atau berperang. Akibatnya, permukiman menjadi kosong sehingga bulan tersebut dikenal sebagai Safar.

Keterangan serupa juga dijelaskan oleh ulama tafsir terkemuka, Imam Ibnu Katsir (wafat 774 Hijriah). Dalam penjelasannya, Ibnu Katsir menyebut nama Safar berasal dari keadaan perkampungan Arab yang menjadi lengang karena banyak penduduk keluar meninggalkan rumah.

Pendapat tersebut diperkuat oleh ahli bahasa Arab sekaligus penyusun Lisan al-`Arab, Ibnu Manzhur (wafat 711 Hijriah). Ia menerangkan bahwa penamaan Safar juga dipengaruhi kebiasaan masyarakat Arab yang melakukan peperangan terhadap kabilah lain pada bulan tersebut.

Aktivitas itu membuat banyak orang meninggalkan kampung halaman sehingga permukiman menjadi kosong.

Meski sejak lama berkembang anggapan bahwa Safar merupakan bulan sial, para ulama menegaskan keyakinan tersebut tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam. (*)

Wallahu`alam

 
KEYWORD :

Bulan Safar Sejarah Islam Penamaan bulan Safar Info Keislaman




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :