Minggu, 31/05/2026 04:43 WIB

Tujuh Tradisi Perayaan Waisak di Dunia: Mulai dari Indonesia hingga India





Berikut tujuh tradisi perayaan Waisak di berbagai negara dunia yang sarat makna.

Ilustrasi - inilah berbagai tradisi Hari Raya Waisak di dunia (Foto: BBC)

 

Jakarta, Jurnas.com - Hari Raya Waisak atau Vesak menjadi salah satu perayaan keagamaan paling penting bagi umat Buddha di seluruh dunia.

Perayaan ini memperingati tiga peristiwa suci dalam kehidupan Buddha Gautama, yakni kelahiran, pencapaian pencerahan, dan wafatnya Sang Buddha yang dikenal sebagai Tri Suci Waisak.

Meski memiliki makna yang sama, setiap negara memiliki tradisi unik dalam merayakannya.

Dari prosesi lampion di Indonesia hingga ritual suci di India, perayaan Waisak mencerminkan kekayaan budaya sekaligus nilai spiritual yang diwariskan selama berabad-abad.

Berikut tujuh tradisi perayaan Waisak di berbagai negara dunia yang sarat makna.

1. Indonesia

Di Indonesia, perayaan Waisak identik dengan rangkaian prosesi di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Tradisi yang paling dikenal adalah Kirab Waisak dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur sambil membawa Api Dharma dan Air Suci.

Pada malam puncak perayaan, ribuan umat Buddha mengikuti meditasi dan pelepasan lampion ke langit sebagai simbol harapan, kedamaian, serta doa untuk kehidupan yang lebih baik. Tradisi Waisak di Borobudur telah menjadi salah satu perayaan Buddha terbesar di dunia.

2. Thailand

Di Thailand, Hari Waisak dikenal sebagai Visakha Bucha Day dan menjadi hari libur nasional penting.

Umat Buddha memulai hari dengan berdana kepada para biksu dan mengikuti kegiatan keagamaan di kuil.

Tradisi yang paling ikonik adalah prosesi membawa lilin, bunga, dan dupa sambil berjalan mengelilingi vihara sebanyak tiga kali pada malam hari. Ritual tersebut menjadi simbol penghormatan kepada Buddha, Dhamma, dan Sangha atau Tri Ratna.

3. India

Sebagai tempat Buddha Gautama mencapai pencerahan, India memiliki makna khusus dalam perayaan Waisak yang dikenal sebagai Buddha Purnima.

Ribuan peziarah berkumpul di Kuil Mahabodhi, Bodh Gaya, untuk bermeditasi, berdoa, dan melakukan berbagai ritual keagamaan. Banyak umat juga menyalakan lilin serta mempersembahkan bunga di bawah Pohon Bodhi yang dipercaya menjadi lokasi Buddha mencapai pencerahan.

4. Tiongkok

Di Tiongkok, Waisak dikenal dengan tradisi Yufojie atau Festival Memandikan Buddha.

Dalam ritual ini, umat menyiram patung bayi Buddha menggunakan air wangi sebagai simbol membersihkan diri dari sifat buruk, keserakahan, dan kebencian. Perayaan biasanya disertai pembakaran dupa, pembacaan sutra, dan persembahan kepada para biksu.

5. Jepang

Perayaan Waisak di Jepang dikenal sebagai Hanamatsuri atau Festival Bunga yang biasanya digelar setiap 8 April.

Tradisi khasnya adalah memandikan patung bayi Buddha dengan ama-cha, yaitu teh manis yang terbuat dari daun hydrangea. Selain itu, kuil-kuil dihiasi bunga warna-warni sebagai simbol kebahagiaan atas kelahiran Buddha Gautama.

6. Bhutan

Di Bhutan, perayaan Waisak berlangsung selama bulan suci Saga Dawa yang dianggap sebagai periode paling sakral dalam kalender Buddhis.

Selama masa tersebut, masyarakat memperbanyak meditasi, berdoa, melakukan kebajikan, serta membebaskan hewan sebagai bentuk penghormatan terhadap kehidupan. Bahkan di sejumlah wilayah, penjualan dan konsumsi daging dibatasi sebagai wujud kasih sayang terhadap semua makhluk hidup.

7. Sri Lanka

Sri Lanka memiliki salah satu perayaan Waisak paling meriah di dunia yang dikenal sebagai Festival Vesak.

Jalan-jalan utama dihiasi lentera warna-warni, lampu hias, dan dekorasi bertema ajaran Buddha.

Masyarakat juga membuka dansala, yaitu tempat pembagian makanan dan minuman gratis bagi siapa saja tanpa memandang agama maupun latar belakang. Tradisi ini menjadi simbol kemurahan hati dan semangat berbagi kepada sesama.

KEYWORD :

Tradisi Hari Raya Waisak Perayaan Waisak di Dunia 31 Mei Umat Buddha




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :