Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU) Dody Hanggodo (Foto: Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto kembali diterpa kabar yang tidak mengenakan usai Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU) Dody Hanggodo, diduga memutasi dan menonjobkan beberapa pegawai di kementeriannya.
Isu ini mencuat imbas surat pejalanan dinasnya ke Amerika Serikat (AS) sembari membawa istri dan anaknya bocor ke publik. Akibatnya Dody dinilai kalap sehingga memutasi sejumlah pejabatnya.
Meski begitu, Kementerian PU belum menyatakan kebenaran klaim yang beredar di media sosial terkait daftar pejabat yang dimutasi tersebut.
Hingga saat ini, belum ditemukan pengumuman resmi dari pemerintah yang memvalidasi kabar pencopotan massal ASN di kementerian tersebut.
Diketahui bahwa nama Dody Hanggodo menjadi sorotan setelah dokumen daftar delegasi perjalanan dinas ke New York pada 13-19 Juli 2026 beredar luas di media sosial. Dokumen tersebut mencantumkan nama sang istri, Irma Hermawati, dan putrinya, Aurellia Tsabitha Meidirama.
Dokumen itu memunculkan pertanyaan publik mengenai urgensi keikutsertaan anggota keluarga serta sumber pembiayaan perjalanan mereka.
Kementerian PU kemudian memberikan klarifikasi bahwa surat yang beredar hanya merupakan persyaratan administrasi untuk pengajuan visa melalui Kementerian Luar Negeri.
Namun lebih dari itu, bagaimana profil dan perjalanan karir dari Menteri PU Dody Hanggodo? Simak ulasannya berikut ini.
Sebelum ditunjuk oleh Presiden Prabowo sebagai menteri pu, Dody Hanggodo merupakan seorang profesional dan pengusaha lintas industri, dengan latar belakang pendidikan teknik perminyakan.
Dody lahir di Mojokerto, Jawa Timur, pada 7 Februari 1966. Ia merupakan jebolan studi S1 Teknik Perminyakan di Institut Teknologi Bandung (ITB) hingga lulus pada 1989.
Ia lalu melanjutkan pendidikan di The University of Tulsa, Oklahoma, Amerika Serikat pada 1992 dan meraih gelar Master of Petroleum Engineering.
Dody juga tercatat sebagai Komisaris PT Senabangun Anekapertiwi pada 2019–2020, perusahaan yang kemudian merger dengan Pradiksi Gunatama pada akhir 2022.
Bahkan ia juga memiliki kedekatan dengan Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.
Usai pelantikannya sebagai menteri, Dody tidak menampik hubungan tersebut, namun menyebutnya sebagai relasi profesional di masa lampau.
"Saya dulu pernah kerja sama beliau, tapi that’s it. Pernah kerja dulu, dulu banget. Awal-awal saya hidup saya kerja sama beliau," ujar Dody dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (15/7).
Meski demikian, hubungan antara Dody dan Haji Isam belum otomatis membuktikan adanya pengaruh politik langsung dalam proses penunjukannya sebagai menteri.
Adapun karir politik Dody Hanggodo dimulai usai resmi menjadi Menteri PU. Ia tercatat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, usai dikukuhkan oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimutri Yughoyono (AHY) pada 4 November 2024.
Sehingga, Dody baru resmi berpolitik setelah menjabat sebagai Menteri PU dan tidak meniti karir poltik sebagai kader seperti pada umumnya.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Dody Hanggodo Menteri PU Penyalahgunaan Wewenang Mutasi Pejabat Kementerian PU
























