Kamis, 04/06/2026 13:09 WIB

Tok! Parlemen AS Sepakat Hentikan Aksi Militer terhadap Iran





Parlemen Amerika Serikat (AS) menyetujui resolusi kekuasaan perang yang akan menghentikan aksi militer AS terhadap Iran.

Seorang pria melewati Gedung DPR AS dengan skuternya di Washington, DC, AS, 10 September 2024. REUTERS

Washington, Jurnas.com - Parlemen Amerika Serikat (AS) menyetujui resolusi kekuasaan perang yang akan menghentikan aksi militer AS terhadap Iran. Keputusan ini juga disuarakan oleh oleh sebagian kecil anggota Partai Republik, partai yang mengusung Presiden Donald Trump.

Ketua Parlemen AS, Mike Johnson, telah mencoba mencegah hasil yang akan menunjukkan meningkatnya penentangan terhadap perang tersebut, dengan tiba-tiba menghentikan sidang dua minggu lalu ketika resolusi kekuasaan perang hampir disetujui.

Tetapi ketidakpuasan meningkat seiring berjalannya konflik dan ketika Trump berjuang untuk menegosiasikan resolusi cepat. Pemungutan suara akhirnya digelar pada Rabu (3/6) malam, dengan hasil 215-208.

“Perang pilihan yang gegabah dan mahal ini harus diakhiri hari ini,” kata Pemimpin Demokrat DPR Hakeem Jeffries dari New York awal pekan ini.

“Yang kita butuhkan hanyalah sejumlah kecil anggota Partai Republik untuk bergabung dengan kita dan kita dapat mengakhiri perang pilihan yang gegabah dan mahal ini, dan membuat negara kita berada dalam posisi yang lebih lemah relatif terhadap Iran,” dia menambahkan.

Ini adalah kali keempat parlemen mencoba untuk mengekang perang AS melawan Iran, dan pertama kalinya berhasil meloloskan RUU tersebut.

Senat mengajukan resolusi kekuasaan perang mereka sendiri bulan lalu ketika beberapa senator Partai Republik memisahkan diri dari presiden dalam sebuah demonstrasi penolakan politik yang jarang terjadi.

Setiap kali Demokrat mendorong resolusi kekuasaan perang, jumlah suara terus meningkat seiring dengan meningkatnya ketidaknyamanan politik terhadap perang AS. Trump berkampanye untuk Gedung Putih dengan janji untuk mengakhiri keterlibatan AS di luar negeri dan lebih fokus pada masalah domestik, tetapi perang telah mengalihkan perhatian kembali ke Timur Tengah.

Sejak AS bergabung dengan Israel dalam melancarkan serangan 28 Februari terhadap Iran, harga bensin melonjak di SPBU, menambah tekanan inflasi pada pengeluaran konsumen. Iran juga mampu mengganggu pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur vital untuk sebagian besar minyak, gas alam, dan produk terkait seperti pupuk di dunia.

Dikutip dari Associated Press pada Kamis (4/6), resolusi kekuasaan perang dari parlemen tidak akan langsung menghentikan perang, tetapi akan memberikan langkah simbolis, jika bukan langkah hukum, untuk mencegah tindakan militer lebih lanjut.

Jika disetujui, resolusi tersebut kemudian akan diteruskan ke Senat, di mana empat senator Republik bulan lalu bergabung dengan Demokrat dalam memajukan langkah serupa untuk membatasi kampanye AS terhadap Iran. Senat belum melakukan pemungutan suara akhir untuk menyetujui atau menolak resolusi kekuasaan perangnya sendiri.

Menteri Luar Negeri Marco Rubio sehari sebelumnya memperingatkan saat bersaksi di sidang Komite Urusan Luar Negeri DPR bahwa Iran akan berpikir tangan pemerintah terikat, jika Kongres menyetujui resolusi kekuasaan perang.

"Kita tidak akan bisa berbuat apa pun terhadap mereka, jadi mengapa membuat kesepakatan?" ujar Rubio.

KEYWORD :

Parlemen Amerika Serikat Perang AS vs Iran Presiden Donald Trump




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :