https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Laga Pembuka Piala Dunia di Meksiko Diwarnai Bentrokan Berdarah

Mutiul Alim | Jum'at, 12/06/2026 13:50 WIB



Bentrokan hebat antara massa demonstran dan polisi huru-hara pecah di luar stadion sesaat sebelum laga pembuka Piala Dunia dimulai pada Jumat dini hari Pembukaan Piala Dunia 2026 di Meksiko (Foto: Getty Images/talkSPORT)

Mexico City, Jurnas.com - Bentrokan hebat antara massa demonstran dan polisi huru-hara pecah di luar stadion sesaat sebelum laga pembuka Piala Dunia dimulai pada Jumat (12/6) dini hari. Insiden tersebut terjadi di sekitar Stadion Azteca, Mexico City, bertepatan dengan momen kemenangan tim tuan rumah Meksiko atas Afrika Selatan.

Gelombang aksi protes berskala besar memang marak melanda kawasan ibu kota dalam masa persiapan menuju turnamen sepak bola bergengsi tersebut. Ribuan kasus orang hilang yang belum tuntas di negara itu menjadi pemantik utama yang mendorong para aktivis dan keluarga korban turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan keadilan.

Ketegangan mulai memuncak dan berubah menjadi aksi kekerasan fisik ketika massa demonstran tiba di stadion berkapasitas 87.523 penonton tersebut, tepat sepuluh menit sebelum peluit tanda sepak mula dibunyikan.

Baca juga :
Piala Dunia 2026 Dinilai Mampu Ciptakan Efek Berganda bagi Ekonomi Lokal

Menurut laporan media lokal yang dikutip dari talkSPORT, massa sempat mencoba menjebol barikade keamanan stadion dengan merangsek masuk ke area ring dalam sebelum akhirnya berhasil didorong mundur secara paksa oleh barisan aparat kepolisian.

Guna meredam kerusuhan yang kian meluas, pasukan polisi huru-hara tambahan langsung diterjunkan ke lokasi dengan menggunakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan massa.

Baca juga :
Legislator Dorong TVRI Manfaatkan Piala Dunia 2026 untuk Perkuat Layanan

Langkah tegas diambil setelah para demonstran mulai bertindak anarkis dengan melempar suar dan batu ke arah petugas, serta merusak sebuah truk yang terparkir di dekat area stadion.

Unggahan di media sosial mengklaim sekitar 2.000 orang terlibat dalam aksi protes tersebut, yang kemudian direspons dengan pengerahan hingga 300 personel polisi huru-hara ke titik konflik.

Baca juga :
Timnas Iran Ajukan Pakai Ban Lengan Hitam di Piala Dunia, Apa Maknanya?

Kondisi mencekam di luar stadion tersebut berbanding terbalik dengan atmosfer meriah dan penuh sukacita di dalam arena, baik selama upacara pembukaan maupun saat pertandingan berlangsung.

Di dalam lapangan, tim nasional Meksiko berhasil memetik kemenangan meyakinkan dengan skor 2-0 atas Afrika Selatan dalam laga dramatis yang diwarnai oleh keluarnya tiga kartu merah.

Dua gol kemenangan skuad asuhan Javier Aguirre masing-masing dicetak oleh Julian Quinones dan Raul Jimenez di tiap babak.

Tim tamu harus bermain dengan sembilan orang setelah Yaya Sithole dan Themba Zwane diganjar kartu merah oleh wasit, sementara Meksiko juga kehilangan Cesar Montes yang diusir keluar pada masa tenggang waktu sehingga dipastikan absen dalam laga kontra Korea Selatan pada Jumat mendatang.

Pertandingan pembuka ini merupakan laga pertama dari total lima pertandingan yang dijadwalkan digelar di Stadion Azteca sepanjang turnamen, termasuk dua laga fase grup serta babak 32 besar.

Stadion bersejarah ini sebelumnya pernah menjadi saksi bisu gelaran final Piala Dunia tahun 1970 dan 1986, menjadikannya sebagai satu-satunya stadion di dunia yang pernah menggelar pertandingan dalam tiga edisi Piala Dunia yang berbeda.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Piala Dunia 2026 Kerusuhan Meksiko Meksiko vs Afrika Selatan

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777