https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Analis Peringatkan Risiko jika AS Ngotot Rebut Pulau Kharg Iran

Mutiul Alim | Jum'at, 12/06/2026 13:10 WIB



Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keinginannya untuk mengambil alih Pulau Kharg, yang merupakan pusat infrastruktur minyak utama Iran Pulau Kharg, Iran (Foto: AFP)

Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keinginannya untuk mengambil alih Pulau Kharg, yang merupakan pusat infrastruktur minyak utama milik Iran, pada Kamis (11/6).

Meskipun sejumlah analis menilai militer AS mampu merebut pulau tersebut dalam waktu singkat, langkah agresif ini diprediksi dapat menempatkan tentara AS dalam bahaya besar serta memperpanjang durasi perang.

Pulau Kharg terletak sekitar 26 kilometer dari garis pantai Iran di ujung utara Teluk, atau sekitar 483 kilometer di sebelah barat laut Selat Hormuz. Lokasi geografisnya yang berada di perairan dalam memungkinkan kapal-kapal tanker raksasa untuk bersandar, hal yang tidak bisa dilakukan di kawasan pantai daratan utama Iran yang cenderung dangkal.

Baca juga :
Trump Usul Dana Pertahanan Fantastis untuk Modernisasi Militer AS

Sebelum perang pecah pada 28 Februari lalu, pulau ini mengelola hingga 90 persen dari total ekspor minyak Iran. Oleh karena itu, penguasaan atas wilayah ini diyakini akan melumpuhkan perdagangan energi Iran serta memberikan tekanan ekonomi yang masif bagi Teheran selaku produsen minyak terbesar ketiga di OPEC. Pasukan AS juga tercatat sempat meluncurkan gelombang serangan udara ke Pulau Kharg pada Maret dan April lalu.

Trump mengklaim serangan tersebut telah menghancurkan seluruh target militer di sana, dan menambahkan bahwa infrastruktur minyak bisa menjadi sasaran berikutnya. Sejak saat itu, belum ada serangan baru yang diarahkan ke Kharg, meskipun militer AS terus menargetkan kapal-kapal tanker di sekitar pulau guna menjaga jalur blokade pelabuhan Iran.

Baca juga :
Trump Disebut Pernah Bahas Opsi Serangan Nuklir terhadap Iran

Kendati demikian, Trump kembali menegaskan ketertarikannya untuk menguasai pusat minyak tersebut meskipun belum membeberkan rencana operasional yang pasti.

"Pilihan saya sejak awal adalah mengambil alih Pulau Kharg, pilihan saya adalah itu. Saya tidak tahu apakah Amerika memiliki keberanian untuk melakukannya," ujar Trump.

Baca juga :
Qatar hingga Mesir Kecam Serangan Balasan Iran ke Teluk

Sementara itu, dikutip dari Reuters pada Jumat (12/6), para ahli memperingatkan bahwa perebutan pulau ini tidak akan serta-merta menghentikan perang secara cepat.

“Penyitaan dan pendudukan Pulau Kharg lebih mungkin memperluas dan memperpanjang perang daripada menghasilkan kemenangan yang menentukan,” ujar Ryan Brobst dan Cameron McMillan dari Foundation for Defense of Democracies.

Mereka menjelaskan bahwa tentara AS yang ditempatkan di sana akan menjadi sasaran empuk bagi serangan rudal serta armada pesawat tanpa awak (drone), termasuk potensi penggunaan drone FPV (first-person view) berkamera seperti yang marak digunakan dalam konflik Ukraina.

Lembaga think-tank itu menambahkan bahwa jika serangan Iran berhasil mengenai sasaran, rezim Teheran diprediksi akan menyebarkan rekaman video kematian tentara Amerika di media sosial sebagai alat propaganda.

Tantangan logistik dan keamanan ini juga diakui oleh mantan Komandan Komando Sentral AS (CENTCOM), Joseph Votel. Dia menyebut bahwa meskipun hanya dibutuhkan sekitar 800 hingga 1.000 personel untuk menduduki Pulau Kharg, pasukan tersebut akan memerlukan dukungan logistik masif yang juga harus dilindungi secara ketat. Votel menilai posisi pasukan AS akan sangat rentan dan ia meragukan adanya keuntungan taktis yang signifikan dari operasi tersebut.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Pulau Kharg Iran Perang AS vs Iran Donald Trump

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777