https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Dimulai Pekan Depan, Pembelajaran di Sekolah PJJ Manfaatkan Modul

Mutiul Alim | Kamis, 30/07/2026 22:53 WIB



Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan secara resmi memulai pelaksanaan pendidikan jarak jauh (PJJ) jenjang pendidikan menengah Dialog Kemendikdasmen terkait pendidikan jarak jauh jenjang menengah di Jakarta (Foto: Muti/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan secara resmi memulai pelaksanaan pendidikan jarak jauh (PJJ) jenjang pendidikan menengah pada Senin (3/8) mendatang, setelah melewati uji terap sejak tahun lalu.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin mengatakan bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akan dilakukan secara daring, dengan total siswa terdaftar hingga saat ini sebanyak 700 orang.

Berbeda dari sekolah reguler, sekolah PJJ menargetkan siswa yang tidak berkesempatan mengenyam pendidikan tatap muka, baik karena alasan ekonomi, kesehatan, maupun kesibukan yang menuntut lebih banyak waktu di luar sekolah.

Baca juga :
SMKN 61 Jakarta Asah Skill Calon Lulusan sebelum Kerja ke Jepang

Begitu pula dengan sistem pembelajaran yang diterapkan. Dirjen Tatang mengatakan pemerintah telah melatih guru dari sekolah induk dan sekolah mitra penyelenggara PJJ, untuk melakukan pembelajaran secara daring.

"Kita sudah melatih guru di sekolah induk dan mitra, yang nanti akan melakukan sinkronus. Nanti akan menyesuaikan dengan jadwal siswa. Kalau ada 100, berapa siswa yang bisanya Sabtu, Jumat, atau Minggu. Ini bagian dari bagaimana para guru mendampingi," kata Dirjen Tatang di Jakarta pada Kamis (30/7).

Baca juga :
Tiga Strategi Jitu Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan di Kepulauan

Adapun bagi daerah 3T yang kesulitan mengakses internet untuk pembelajaran daring, lanjut Tatang, pemerintah memfasilitasi modul ajar yang dapat dimanfaatkan oleh siswa.

Modul ajar hasil kerja sama Kemendikdasmen dengan Universitas Terbuka (UT) ini tidak hanya berisi tentang materi pembelajaran, melainkan contoh-contoh soal agar siswa dapat melakukan latihan asesmen secara mandiri.

Baca juga :
Kemendikdasmen Minta Pemda Awasi Praktik Titip Siswa di SPMB

"Modul ini merangkum hal-hal esensial sekaligus di akhir ada pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya assesmen, apakah saya sudah bisa atau belum. Hal-hal semacam ini kita adaptasi untuk PJJ ini," ujar Dirjen Tatang.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengatakan PJJ membuka harapan baru untuk anak yang terputus akses pendidikannya.

Dia mencontohkan Bagas, siswa yang terdaftar secara PJJ di SMAN 2 Semarang melalui sekolah mitra SMAN 1 Kemusu. Model pembelajaran ala PJJ cukup membantu Bagas menempuh pendidikan, selagi melewati proses pemulihan akibat kecelakaan.

"PJJ ini adalah jawaban doa dan harapan keluarga, sekaligus jembatan bagi Bagas untuk kembali menjemput masa depannya. Bagas bukan sekadar angka dalam data Anak Tidak Sekolah," kata Wamen Fajar.

Persoalan anak tidak sekolah (ATS) tertera dalam Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026, yang menetapkan bahwa solusi atas masalah ini ditangani oleh kementerian, pemerintah daerah, dan masyarakat. Terutama, penyebab ATS sejauh ini sangat kompleks, mulai dari faktor ekonomi hingga profil wilayah.

"Tidak boleh ada anak Indonesia yang kehilangan kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan," tutup Wamen Fajar.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Sekolah PJJ Pendidikan Jarak Jauh Program Kemendikdasmen Tatang Muttaqin Wamen Fajar Riza Ul Haq

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777