Kepala Biro Komunikasi dan Humas Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha (Foto: Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengusung tiga strategi jitu guna memperkuat pendidikan di kepulauan. Strategi tersebut tidak hanya semata fokus pada pembangunan fisik.
Demikian disampaikan oleh Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha, dalam kunjungan di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, pada Kamis (25/6) lalu.
Menurut Yudhistira, ketiga strategi ini merupakan upaya pemerintah untuk mempercepat pemerataan mutu pendidikan, khususnya di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
“Pendekatan pertama adalah pembangunan infrastruktur fisik melalui revitalisasi satuan pendidikan. Pada 2025, Kemendikdasmen telah merevitalisasi 16.167 sekolah dan ke depan akan diprioritaskan untuk daerah 3T, wilayah terdampak bencana, serta sekolah yang mengalami kerusakan,” ujar Yudhistira.
Selain memberikan dukungan pada fisik satuan pendidikan, Kemendikdasmen juga mengimplementasikan program digitalisasi pembelajaran melalui distribusi papan interaktif digital (interactive flat panel/IFP). Harapannya, tercipta pembelajaran yang lebih mendalam, bermakna, menyenangkan, dan berpusat pada peserta didik.
Adapun dua pendekatan lainnya ialah penguatan infrastruktur pedagogis melalui peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, serta pembangunan budaya sekolah yang ditopang implementasi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan terciptanya lingkungan belajar yang aman serta nyaman.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Suku Dinas Pendidikan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Thohari, mengatakan tantangan geografis tidak mengurangi komitmen pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghadirkan layanan pendidikan yang merata.
Saat ini, pihaknya melayani 44 sekolah negeri, sembilan sekolah swasta, serta tujuh madrasah melalui kolaborasi dengan Kementerian Agama.
“Kami ingin memastikan setiap anak di Kepulauan Seribu memperoleh hak pendidikan yang sama. Karena itu, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar di kelas, tetapi juga ruang bagi anak-anak untuk berekspresi, berkreasi, dan membangun kepercayaan diri melalui kegiatan seperti Ruang Seni Siswa,” kata Thohari.
Dia berharap seluruh satuan pendidikan di Kepulauan Seribu menjadi kanvas belajar, yang mampu membentuk potensi setiap peserta didik sekaligus mencetak generasi unggul sebagai masa depan Jakarta.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Program Kemendikdasmen Yudhistira Nugraha Pendidikan Kepulauan
















