Robot humanoid yang diproduksi China (Foto: Reuters)
Beijing, Jurnas.com - Kementerian Perdagangan China menyatakan siap mengambil tindakan balasan yang tegas demi melindungi kepentingan nasional, jika Amerika Serikat memaksakan larangan sepihak terhadap impor robot dan inverter daya baru asal China.
Dikutip dari Reuters pada Kamis (30/7), Beijing menuntut agar AS segera mencabut aturan tersebut dan menghentikan langkah yang dinilai keliru dan diskriminatif, serta menekan perusahaan maupun produk buatan China.
Dikatakan, FCC telah mengabaikan berbagai representasi yang telah mereka sampaikan berulang kali dan justru semakin memperketat kebijakan pembatasannya.
Kementerian Perdagangan juga menuding Washington telah menggunakan alasan keamanan nasional secara berlebihan, menyebut langkah tersebut sebagai distorsi pasar dan aksi perundungan sepihak yang merugikan kepentingan industri di kedua belah pihak.
Larangan dari Komisi Komunikasi Federal (FCC) ini juga mencakup impor robot berkaki empat yang kerap disebut sebagai anjing robot.
Lembaga tersebut berdalih bahwa masuknya robot-robot canggih ini berisiko memicu ancaman keamanan siber dan nasional, sementara ketergantungan pada produksi luar negeri akan membuat rantai pasok AS rentan terhadap berbagai gangguan. Selain itu, pelarangan inverter daya juga diyakini akan memicu dampak yang sangat luas.
Pelarangan ini juga dimaksudkan melindungi infrastruktur kecerdasan buatan (AI) AS dari ancaman keamanan nasional, sekaligus menarik pulang industri-industri vital yang diproyeksikan akan berkembang pesat di masa depan.
Berdasarkan data grup riset dan penasihat teknologi Omdia, dari sekitar 15.000 unit robot humanoid yang dikirim di seluruh dunia sepanjang 2025, dua raksasa robotika China, Unitree dan AGIBOT, masing-masing menyumbang lebih dari 5.000 unit. Angka ini jauh mengungguli para pesaing AS seperti Tesla dan Figure AI yang masing-masing hanya mengirimkan beberapa ratus unit atau kurang.
Kementerian Luar Negeri China menanggapi langkah AS tersebut, menuduh Washington terlalu memaksakan konsep keamanan nasional untuk menekan perusahaan-perusahaan China.
"China akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk membela hak dan kepentingan sah bisnis-bisnis China. Proteksionisme tidak membuat AS lebih kompetitif, dan hanya akan merugikan kepentingan perusahaan dan konsumen AS," kata Mao Ning, juru bicara kementerian.
Minggu, 26/07/2026 10:05 WIB