Jemaah umrah di Makkah, Arab Saudi (Foto: Reuters)
Kuala Lumpur, Jurnas.com - Pemerintah Malaysia mengimbau warganya untuk menunda sementara perjalanan ibadah umrah ke Arab Saudi, menyusul kekhawatiran faktor keamanan pascaserangan mematikan di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Malaysia, Datuk Seri Mohamad Hasan, pada Senin (12/10), sebagaimana dikutip dari Straits Times.
Pemerintah Malaysia menyarankan masyarakat untuk menangguhkan perjalanan yang tidak mendesak menuju kota suci Makkah dan Madinah untuk sementara waktu.
"Tidak ada insiden di Makkah, tetapi ledakan rudal di Riyadh telah menimbulkan kekhawatiran keamanan," kata Mohamad Hasan.
Kementerian Luar Negeri Malaysia pada 11 Oktober melaporkan bahwa tidak ada warga negara Malaysia yang tewas maupun mengalami luka-luka dalam serangan 10 Oktober di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, maupun dalam insiden proyektil yang jatuh di dekat Bandara Internasional King Fahd di Dammam.
Berdasarkan laporan Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi, serangan di Bandara Internasional King Khalid tersebut menewaskan 12 orang dan melukai 309 orang lainnya.
Korban tewas dilaporkan terdiri dari empat warga negara Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga negara dari Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Malaysia Tunda Umrah Konflik Timur Tengah Saudi vs Houthi


























