Senin, 12/10/2026 22:39 WIB

Houthi Kembali Gempur Saudi, Bandara Utama Tetap Ditutup





Arab Saudi kembali menghadapi gelombang tembakan proyektil baru dari milisi Houthi pada Senin (12/10).

Jalanan menuju Bandara Riyadh, Arab Saudi (Foto: Reuters)

Riyadh, Jurnas.com - Arab Saudi kembali menghadapi gelombang tembakan proyektil baru dari milisi Houthi pada Senin (12/10). Kerajaan juga memastikan operasional Bandara Internasional Riyadh masih tetap ditutup sementara waktu.

Penutupan penerbangan ini berlanjut setelah serangan rudal mematikan pada hari Sabtu yang menghantam terminal keberangkatan, dan diklaim oleh milisi Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran.

Koalisi pimpinan Saudi yang mendukung pasukan pemerintah Yaman melaporkan adanya ancaman pesawat nirawak dan rudal yang masuk, kendati belum ada keterangan resmi apakah proyektil-proyektil tersebut berhasil dicegat.

Rangkaian serangan Houthi yang menyasar bandara serta fasilitas minyak Kerajaan telah berlangsung sejak pekan lalu sebagai bagian dari eskalasi tajam konflik regional yang meluas akibat konfrontasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Serangan beruntun ini telah memaksa penutupan sebagian ruang udara Arab Saudi, menangguhkan operasional bandara Riyadh, serta mengosongkan langit di atas ibu kota saat kota tersebut tengah menjadi tuan rumah konferensi energi berskala internasional.

Dikutip dari Reuters, Saudi kini berada dalam situasi pelik setelah kembali terjun ke dalam kancah perang saudara Yaman guna mendesak mundur milisi Houthi dari jalur pelayaran minyak vital di Selat Bab el-Mandeb serta membendung pergerakan kelompok tersebut menyusul kemajuan pesat mereka pada September.

Sumber-sumber militer Yaman menyebutkan bahwa pasukan Yaman yang disokong Riyadh sempat mengamankan beberapa capaian di sekitar Bab el-Mandeb, namun masih berada dalam posisi bertahan di garis depan lainnya. Situasi ini mengindikasikan bahwa tekanan militer terhadap kelompok Houthi membutuhkan waktu sebelum membuahkan hasil nyata.

Di tengah kebuntuan militer tersebut, rival regional lama Arab Saudi, Iran, menawarkan diri untuk menjadi penengah antara sekutunya, Houthi, dan pihak Kerajaan.

"Kami telah berulang kali menyatakan kesiapan kami untuk membantu memfasilitasi dialog di antara kedua belah pihak," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada Senin ini.

Meskipun Saudi mengintensifkan serangan udara balasan terhadap kelompok Houthi, termasuk gempuran di provinsi al-Jawf berdasarkan laporan televisi Yaman, milisi Houthi tidak menunjukkan indikasi akan menghentikan rentetan serangannya ke infrastruktur Kerajaan.

Kelompok tersebut berulang kali melontarkan ancaman untuk membidik bandara, ruang udara, serta instalasi-instalasi minyak yang selama ini menjadi mesin penggerak ekonomi dan rencana pembangunan ambisius Saudi.

KEYWORD :

Milisi Houthi Saudi vs Houthi Konflik Timur Tengah Bandara Riyadh




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :