Selasa, 21/05/2019 09:40 WIB

Indonesia Darurat Al-Qur`an

salah satu alasan masyarakat di daerah terpencil kesulitan mendapatkan Al-Qur`an adalah akses yang sulit. Ia menyebut bahkan ada masyarakat yang harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan kitab suci umat Islam tersebut.

CEO Badan Wakaf Al-Quran, Heru Binawan (foto: Alibas Jurnas.com)

Jakarta - CEO Badan Wakaf Al-Qur`an (BWA), Heru Binawan menyebut kebutuhan masyarakat akan Al-Qur`an di daerah-daerah terpencil di Indonesia sangat besar. Pasalnya, masyarakat muslim yang notabennya tinggal di daerah terpencil sangat kesusahan mendapatkan al-quran.

Menurut Heru, salah satu alasan masyarakat di daerah terpencil kesulitan mendapatkan Al-Qur`an adalah akses yang sulit. Ia menyebut bahkan ada masyarakat yang harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan kitab suci umat Islam tersebut.

Ia mencontohkan masyarakat di salah satu wilayah di pulau Selayar bahkan harus menyebrang lautan untuk memperoleh Al-Qur`an. Padahal menurutnya, Al-Qur`an yang tadinya seharga puluhan ribu menjadi mahal karena mereka juga harus mengeluarkan ongkos transfortasi.

"Ketika BWA mendistribusikan Al-Qur`an terjemah di sebuah pulau di wilayah Selayar, Sulawesi Selatan, ada seoranh ibu yang begitu bersyukur menerima Al-Qur`an terjemahan ini. Ibu itu nangis karena selama ini belum pernah membaca Al-Qur`an dengan terjemahannya," ujar Hero kepada wartawan, Selasa (18/12) di Jakarta.

Heru menambahkan bahwa masih banyak masyarakat muslim khususnya di daerah terpencil yang bahkan belum memiliki Al-Qur`an. Ia bahkan mengutip data Kementerian Agama yang menyebut bahwa Indonesia kekurangan sekitar dua juta Al-Qur`an setiap tahunnya, dan kekurangan itu belum bisa dipenuhi oleh Kemenag RI selama ini.

"Apalagi upaya pendistribusian Al-Qur`an dihentikan oleh pemerintah semenjak adanya kasus korupsi pengadaan Al-Qur`an beberapa waktu lalu," tambahnya.

Untuk menangani permasalahan itu, lanjut Heru, BWA meluncurkan program dengan tema "#2019SejutaQuran Bangkitkan Indonesia" untuk mendistribusikan satu juta Al-Qur`an ke seluruh wilayah terpencil Indonesia mulai dari Aceh hingga Papua.

"Kami berharap dengan adanya program ini di tahun 2019 dapat mendistribusikan Al-Qur`an sebanyak satu juta kepada masyarakat yang membutuhkan," tuturnya.

BWA juga berharap tahun 2019 bisa menjadi landasan kuat bagi bangkitnya kesadaran muslim-muslim Indonesia di perkotaan untuk membantu saudara-saudara mereka di daerah-daerah terpencil, bahkan hingga pulau-pulau terpencil.

"Karena saudara-saudara kita di daerah terpencil sangat membutuhkan Al-Qur`an untuk bahan pendidikan keislaman di Masyarakat," tambah Heru.

Sejauh ini menurut Heru, sejak tahun 2007 hingga 2018 BWA telah mendistribusikan sebanyak 450.101 Al-Qur`an ke daerah-daerah terpencil. Selain itu, BWA juga telah membantu sarana air bersih ke 24 lokasi, 12 unit motor dakwah, 7 unit wakaf sarana pembangkit listrik, 3 unit wakaf kapal dakwah dan 10 unit wakaf ketinting.

Lembaga Philantropi yang berdiri 2005 silam itu juga memiliki delapan program utama yaitu: Wakaf Al-Qur`an dan Pembinaan, Wakaf Sarana Air Bersih, Wakaf Pembangkit Listrik, Wakaf Produktif, Wakaf Khusus Dakwah, Indonesia Belajar, Sedekah Kemanusiaan, dan Zakat Peer to Peer.

"Kami berharap delapan program dapat terlaksana dengan baik, sehingga banyak masyarakat yang mendapatkam manfaatnya," tutup Heru.

TAGS : Umat Muslim Badan Wakat Al-Quran




TERPOPULER :