https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Sebut Ada Aksi Dalam Waktu Dekat, Trump Tepis Negosiasi dengan Iran

Muhammad Habib Saifullah | Kamis, 22/10/2026 18:16 WIB



Sebut Ada Aksi Dalam Waktu Dekat, Trump Tepis Negosiasi dengan Iran

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: Celal Gunes/AA/Anadolu)

Jakarta, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Washington tidak sedang bernegosiasi dengan Iran dan menyebut "sesuatu akan terjadi" dalam waktu dekat.

"Tidak, saya kira kami tidak sedang bernegosiasi. Kami akan menghadapi sesuatu, dengan satu cara atau cara lain, yang akan terjadi dalam waktu dekat," kata Trump kepada wartawan setelah kembali dari kampanye di Carolina Selatan.

"Sebagian besar orang tampaknya berpikir itu akan terjadi setelah pemilu, dan kita akan melihat apa yang terjadi," tambahnya.

Baca juga :
AS dan Israel Siapkan Opsi Serangan Baru ke Iran Usai Pemilu Sela

Sebelumnya dalam kampanye tersebut, Trump mengatakan AS sebenarnya dapat mengakhiri perang dengan Iran sekarang, tetapi ingin memastikan hasilnya dapat bertahan dalam jangka panjang.

"Ini akan segera berakhir. Kami bisa pergi sekarang, tetapi kami ingin memastikan ini bertahan untuk waktu yang lama," kata Trump.

Baca juga :
Trump: Perang AS-Iran Segera Berakhir, tetapi Ingin Hasilnya Bertahan Lama

Trump mengeklaim AS telah mengalahkan Iran secara militer dan finansial serta mengatakan Teheran "tidak akan pernah memiliki senjata nuklir."

Pernyataan Trump muncul setelah The New York Times melaporkan bahwa militer AS dan Israel telah menyusun rencana untuk melancarkan kembali serangan terhadap Iran setelah pemilu paruh waktu AS.

Baca juga :
Ancam Tembak Trump Jelang Kampanye, Seorang Pria Ditangkap

Laporan itu mengutip pejabat AS dan pihak lain yang mengetahui pembahasan tersebut. Namun, belum dapat dipastikan apakah Trump akan menyetujui rencana serangan tersebut.

The New York Times juga melaporkan bahwa Trump berulang kali menolak rencana untuk kembali melakukan operasi tempur besar terhadap Iran tahun ini.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa pemerintah tidak mengomentari rencana militer "yang mungkin ada atau mungkin tidak ada."

AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran kemudian merespons dengan serangan rudal dan drone ke sejumlah wilayah di kawasan serta secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur penting bagi pasokan energi global.

Nota kesepahaman yang ditandatangani AS dan Iran pada Juni melalui mediasi Pakistan dan Qatar kemudian terhenti akibat perselisihan, termasuk mengenai pelayaran di Selat Hormuz.

Sumber: Anadolu

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Iran AS Perang Iran Donald Trump

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777