Kamis, 22/10/2026 10:28 WIB

AS dan Israel Siapkan Opsi Serangan Baru ke Iran Usai Pemilu Sela





Militer AS dan Israel dilaporkan meningkatkan latihan, termasuk penerbangan di atas wilayah Irak untuk berlatih melakukan manuver serangan

Presiden AS Donald Trump mengacungkan jempol saat menyambut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih di Washington, AS, 29 September 2025. REUTERS

Jakarta, Jurnas.com - Amerika Serikat (AS) dan Israel dilaporkan telah menyusun rencana serangan baru terhadap Iran yang berpotensi dilancarkan setelah pemilu sela AS.

Rencana tersebut mencakup kemungkinan operasi militer singkat tetapi intensif, dengan sasaran potensial berupa fasilitas nuklir, persenjataan rudal dan drone, hingga infrastruktur energi Iran.

Laporan The New York Times pada Rabu menyebutkan, persiapan militer kedua negara untuk kemungkinan serangan tersebut terus berkembang. Informasi itu diperoleh dari sejumlah pejabat AS dan pihak lain yang mengetahui pembahasan mengenai rencana tersebut.

Militer AS dan Israel dilaporkan meningkatkan latihan, termasuk penerbangan di atas wilayah Irak untuk berlatih melakukan manuver serangan. Meski demikian, rencana tersebut belum tentu mendapat persetujuan Presiden AS Donald Trump.

Menurut laporan The New York Times, sejumlah target yang dipertimbangkan dalam rencana serangan baru itu meliputi fasilitas nuklir Iran, persenjataan rudal dan drone, serta infrastruktur energi.

Salah satu kemungkinan sasaran dalam operasi terhadap program nuklir Iran adalah Pickaxe Mountain, lokasi yang memiliki fasilitas jauh di bawah tanah.

Laporan tersebut juga menyebutkan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Israel pada pekan ini untuk membahas kemungkinan serangan baru terhadap Iran.

Namun, belum ada kepastian bahwa seluruh opsi yang disiapkan kedua militer tersebut akan dijalankan. Keputusan akhir tetap bergantung pada persetujuan pemerintahan Trump.

The New York Times melaporkan bahwa peluang serangan baru terhadap Iran masih belum pasti. Trump disebut berulang kali menolak rencana untuk kembali melancarkan operasi tempur besar sepanjang tahun ini.

Pada awal Oktober, Trump mengatakan AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu sela karena kedua pihak tengah menjalani pembicaraan yang disebutnya menunjukkan kemajuan.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada The New York Times bahwa pemerintah tidak mengomentari rencana militer “that may or may not exist” atau rencana yang mungkin ada maupun tidak ada.

Pejabat tersebut menambahkan bahwa Trump tetap mempertahankan semua opsi untuk memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir.

AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut memicu balasan Iran menggunakan rudal dan drone ke sejumlah wilayah di kawasan.

Konflik itu juga menyebabkan Selat Hormuz secara efektif tertutup. Jalur pelayaran strategis tersebut merupakan salah satu rute penting bagi pasokan energi global.

Pada Juni, AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman setelah dimediasi Pakistan dan Qatar. Namun, kesepakatan tersebut kemudian mengalami kebuntuan akibat perbedaan pandangan, termasuk mengenai pelayaran di Selat Hormuz. (*)

Sumber: Anadolu

KEYWORD :

Militer AS Militer Israel Perang Iran AS-Iran AS dan Israel




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :