Ilustrasi aksi unjuk rasa di Prancis. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)
Paris, Jurnas.com - Sejumlah kota di Prancis memperpanjang atau memberlakukan jam malam setelah kekerasan mewarnai aksi demonstrasi pada akhir pekan.
Paris dan Lyon memperluas pembatasan yang sudah berlaku, sedangkan Marseille menerapkan jam malam khusus bagi anak di bawah umur. Toulouse juga bersiap memberlakukan pembatasan serupa mulai Kamis.
Langkah tersebut diambil ketika pemerintah daerah memperketat pengamanan di sejumlah kawasan, menyusul demonstrasi besar yang berlangsung pada Sabtu. Berdasarkan data yang dilaporkan, sekitar 550.000 orang mengikuti 110 aksi di berbagai wilayah Prancis, termasuk 110.000 orang di Paris. Sekitar 400 orang ditangkap secara nasional.
Di ibu kota, kepolisian memperluas cakupan jam malam hingga Place de la République dan sebagian kawasan Les Halles. Pembatasan itu berlaku mulai pukul 23.00 waktu setempat pada Selasa hingga pukul 06.00 pada Rabu, menurut laporan France Info.
Otoritas Paris juga kembali memberlakukan larangan terhadap seluruh perkumpulan yang tidak diberitahukan sebelumnya, mulai pukul 20.00 hingga 06.00. Larangan tersebut mencakup sejumlah lokasi penting, antara lain kawasan Istana Élysée, Majelis Nasional, Senat, Champs-Élysées, Châtelet, serta stasiun-stasiun kereta utama.
Di Lyon, jam malam di pusat kota diperpanjang dan berlaku mulai pukul 21.00 hingga 06.00. Otoritas setempat juga memajukan waktu mulai larangan berkumpul dari pukul 18.00 menjadi pukul 16.00. Larangan itu berlaku sampai jam malam dimulai.
Sementara itu, Wali Kota Marseille Benoît Payan mengumumkan pemberlakuan jam malam terbatas bagi anak di bawah umur di sejumlah bagian pusat kota. Kebijakan tersebut mulai berlaku pukul 22.00 pada Selasa hingga pukul 05.00 selama beberapa hari ke depan.
Marseille menjadi salah satu kota yang baru menerapkan pembatasan tersebut dalam rangkaian kebijakan setelah kekerasan pada akhir pekan. Namun, pengumuman yang tersedia tidak merinci jumlah anak di bawah umur yang terdampak maupun wilayah spesifik di pusat kota yang masuk cakupan aturan.
Di Toulouse, otoritas mengumumkan jam malam yang akan berlaku mulai Kamis malam hingga Minggu, setiap hari pada pukul 00.00 sampai 05.00. Adapun pembatasan yang sebelumnya diumumkan di Bordeaux dan Nice tetap dilanjutkan sesuai jadwal.
Dampak situasi keamanan juga menjalar ke agenda olahraga. Liga Sepak Bola Profesional Prancis mengumumkan penundaan pertandingan Ligue 2 antara Montpellier dan Red Star, klub asal Paris, yang semula dijadwalkan berlangsung pada Sabtu sore.
Pertandingan tersebut dijadwalkan ulang menjadi Senin atas permintaan otoritas, setelah muncul pengumuman mengenai rencana demonstrasi baru.
Penundaan ini menunjukkan bahwa situasi keamanan turut memengaruhi penyelenggaraan kegiatan publik di luar aksi demonstrasi. Meski demikian, informasi yang tersedia tidak merinci apakah penjadwalan ulang pertandingan berkaitan langsung dengan lokasi demonstrasi atau pertimbangan pengamanan lainnya.
Demonstrasi pada Sabtu melibatkan sekitar 550.000 orang dalam 110 aksi di seluruh Prancis. Paris menjadi salah satu titik utama dengan sekitar 110.000 peserta, sementara jumlah penangkapan secara nasional mencapai sekitar 400 orang.
Setelah rangkaian aksi tersebut, sejumlah pemerintah kota memperluas pembatasan waktu dan kegiatan berkumpul. Kebijakan yang diumumkan berbeda-beda, mulai dari jam malam di pusat kota, larangan perkumpulan yang tidak diberitahukan, hingga pembatasan khusus bagi anak di bawah umur.
Pembatasan di Paris, Lyon, Marseille, dan Toulouse memiliki jadwal serta cakupan yang berbeda. Sementara itu, Bordeaux dan Nice tetap menjalankan kebijakan yang telah diumumkan sebelumnya. (*)
Sumber: Anadolu
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Kota di Prancis Jam Malam Demonstrasi Besar
























