Ilustrasi - menuntut ilmu (Foto: AI)
Jakarta, Jurnas.com - Menuntut ilmu merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim.
Dengan ilmu, seseorang dapat membedakan hal yang benar dan salah, mengambil keputusan secara bijak, serta menjalani kehidupan sesuai tuntunan agama.
Sebuah perkataan yang dinisbatkan kepada Ali bin Abi Thalib menggambarkan betapa berharganya ilmu bagi seorang mukmin.
Dalam kutipan tersebut, ilmu diibaratkan sebagai barang hilang yang perlu dicari dan ditemukan kembali oleh pemiliknya.
Kutipan berbahasa Arab yang tercantum dalam Bihar al-Anwar, Jilid 1, halaman 168, berbunyi:
Amalan yang Diajarkan Rasulullah Sebelum Tidur
الْعِلْمُ ضَالَّةُ الْمُؤْمِنِ
Artinya: “Ilmu adalah barang hilang milik seorang mukmin.”
Dalil Berbuat Baik kepada Hewan dalam Islam
Ungkapan tersebut mengandung pesan bahwa seorang Muslim hendaknya memiliki semangat untuk terus mencari pengetahuan.
Sebagaimana seseorang akan berusaha menemukan barang berharga yang hilang, seorang mukmin juga sepatutnya bersungguh-sungguh mencari ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat.
Dalam kehidupan sehari-hari, semangat menuntut ilmu dapat diwujudkan melalui berbagai cara, mulai dari membaca buku, belajar kepada guru, mengikuti kajian, hingga berdiskusi dengan orang yang memiliki pengetahuan lebih luas.
Proses belajar juga tidak seharusnya berhenti ketika seseorang telah menyelesaikan pendidikan formal.
Pentingnya ilmu juga dijelaskan dalam Al-Qur`an. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Mujadilah ayat 11:
يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍ
Artinya: “Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11)
Ayat tersebut menunjukkan kedudukan orang beriman dan berilmu dalam Islam.
Ilmu bukan sekadar sarana memperoleh pekerjaan atau mencapai keberhasilan duniawi, tetapi juga dapat membantu seseorang memahami ajaran agama dan menjalankan tanggung jawabnya dengan lebih baik.
Meski demikian, ilmu perlu disertai sikap rendah hati dan tanggung jawab. Pengetahuan yang dimiliki hendaknya digunakan untuk memberikan manfaat, bukan untuk merendahkan orang lain atau membenarkan tindakan yang merugikan sesama.
Seorang pencari ilmu juga perlu terbuka terhadap nasihat dan bersedia memperbaiki pemahaman ketika menemukan pengetahuan yang lebih tepat.
Pesan tentang ilmu sebagai barang berharga yang harus dicari menjadi pengingat bahwa proses belajar merupakan perjalanan panjang.
Setiap orang memiliki kesempatan untuk memperluas pengetahuan selama bersedia berusaha, bertanya, dan mengambil pelajaran dari pengalaman.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Info Keislaman Ali bin Abi Thalib Menuntut Ilmu Seorang Muslim




















