Ilustrasi - ini dalil untuk selalu berbuat baik kepada hewan dalam hadis dan Al-Qur`an (Foto: pinterest)
Jakarta, Jurnas.com - Islam mengajarkan umatnya untuk berbuat baik kepada seluruh makhluk hidup, termasuk hewan.
Sikap tersebut dapat diwujudkan dengan memberikan makanan dan minuman, merawat hewan peliharaan, serta tidak menyakiti atau menyiksanya tanpa alasan yang dibenarkan.
Ajaran tentang menyayangi hewan tidak hanya berkaitan dengan akhlak, tetapi juga menjadi bagian dari tuntunan agama.
Umat Islam dianjurkan memperlakukan hewan dengan baik karena setiap makhluk merupakan ciptaan Allah SWT.
Salah satu dalil tentang pentingnya berbuat baik kepada hewan terdapat dalam hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim.
Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW menceritakan seorang laki-laki yang memberikan minum kepada seekor anjing yang kehausan.
Setelah melihat anjing tersebut kesulitan mendapatkan air, laki-laki itu turun ke sumur, mengambil air, lalu memberikannya kepada hewan tersebut. Allah SWT kemudian mengampuni dosa-dosanya karena perbuatan itu.
Para sahabat bertanya apakah berbuat baik kepada hewan juga mendatangkan pahala.
Rasulullah SAW menjawab:
فِي كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ
Fī kulli kabidin raṭbah ajrun.
Artinya: “Pada setiap makhluk hidup yang memiliki hati yang basah (makhluk bernyawa), terdapat pahala.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis tersebut menunjukkan bahwa memberikan pertolongan kepada hewan dapat menjadi jalan memperoleh pahala.
Kebaikan itu tidak terbatas pada hewan peliharaan, tetapi juga mencakup hewan lain yang membutuhkan pertolongan.
Selain itu, Rasulullah SAW juga memberikan peringatan tentang larangan menyiksa hewan.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, beliau menceritakan seorang perempuan yang diazab karena mengurung seekor kucing hingga mati. Perempuan tersebut tidak memberinya makan dan minum, serta tidak membiarkannya mencari makanan sendiri.
Kisah tersebut menjadi peringatan bahwa memperlakukan hewan dengan buruk bukanlah perkara sepele.
Memelihara hewan berarti memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan dasarnya, termasuk makanan, minuman, tempat yang layak, dan perawatan sesuai kebutuhannya.
Al-Qur`an juga menjelaskan bahwa hewan merupakan bagian dari kehidupan yang diciptakan Allah SWT. Dalam Surah Al-An`am ayat 38,
Allah berfirman:
وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا طٰۤىِٕرٍ يَّطِيْرُ بِجَنَاحَيْهِ اِلَّآ اُمَمٌ اَمْثَالُكُمْ
Artinya: “Tidak ada seekor hewan pun yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu.” (QS. Al-An`am: 38)
Ayat tersebut menjelaskan bahwa hewan juga merupakan bagian dari makhluk ciptaan Allah SWT.
Karena itu, manusia hendaknya tidak bertindak sewenang-wenang terhadapnya dan perlu memperhatikan kesejahteraan hewan dalam kehidupan sehari-hari.
Berbuat baik kepada hewan dapat dimulai dari tindakan sederhana, seperti menyediakan air minum bagi hewan yang kehausan, tidak membuang atau menelantarkan hewan peliharaan, serta menghindari tindakan yang menyebabkan rasa sakit tanpa alasan yang dibenarkan.
Apabila menemukan hewan terluka, seseorang dapat membantu sesuai kemampuannya atau menghubungi pihak yang dapat memberikan perawatan.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Info Keislaman Berbuat Baik Kepada Hewan Rasulullah SAW Kitab Al-Qur`an


















