Jum'at, 16/10/2026 15:02 WIB

BP BUMN dan Danantara Siapkan 12 Kota Pintar untuk Rakyat





Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. (Foto: Antara)

Jakarta, Jurnas.com - Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bersiap merealisasikan proyek pembangunan 12 kota masa depan di Indonesia. Mengusung konsep kota pintar (smart city), proyek ini dirancang untuk memanfaatkan aset-aset milik BUMN sebagai modal awal pembangunan.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa kota-kota baru ini tidak hanya berorientasi pada modernitas, tetapi juga dirancang terintegrasi demi memenuhi berbagai kebutuhan esensial masyarakat. Setiap kawasan akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti area hunian, sekolah, hingga rumah sakit.

Selain fasilitas sosial yang lengkap, konektivitas kawasan akan dikembangkan menggunakan konsep Transit Oriented Development (TOD). Konsep ini menitikberatkan pada penataan kawasan yang terintegrasi secara langsung dengan sistem transportasi umum.

"Sebanyak 12 smart city akan di berbagai kota. Skalanya enggak sebesar ribuan-ribuan hektare. Jadi ada sekolahnya, ada rumah sakitnya, itu yang penting ya," ujar Dony dalam keterangan resminya, Jumat (16/10/2026).

Solusi Hunian Terjangkau bagi Masyarakat

Berbeda dari tren pembangunan kota pada umumnya yang kerap menyasar segmen menengah ke atas, proyek strategis ini berkomitmen untuk menyediakan akses perumahan bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Langkah ini diambil guna mengatasi kesenjangan akses terhadap kawasan perkotaan yang dilengkapi fasilitas publik yang memadai.

"Kemudian kita juga menjadikan rumah murah buat kelas menengah ke bawah. Karena selama ini kota-kota yang dibangun itu semuanya untuk orang menengah ke atas semua kan. Enggak ada yang konsentrasi membangun kota untuk rakyat lah," ungkap Dony.

Salah satu proyek percontohan berskala besar direncanakan berlokasi di Padalarang, Kabupaten Bandung. Di kawasan ini, pemerintah menargetkan pembangunan 200.000 hingga 250.000 unit hunian. Guna meringankan beban finansial masyarakat, proyek perumahan tersebut direncanakan menggunakan skema pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) agar cicilan kepemilikan rumah menjadi jauh lebih terjangkau.

"Jadi dijualnya lebih kayak FLPP nanti untuk yang perumahannya, 200-250 ribu unit di Padalarang. Termasuk di dalamnya infrastruktur, TOD-nya akan kita pindahkan supaya kotanya jadi hidup," tambahnya.

Optimalisasi Aset BUMN Melalui Skema Inbreng

Sebagai tahap awal pelaksanaan, BP BUMN dan Danantara telah menyiapkan sejumlah aset strategis milik BUMN untuk dialihkan melalui skema inbreng—yakni penyetoran modal berupa aset non-tunai ke dalam struktur perusahaan.

Beberapa aset utama yang disiapkan meliputi:

  • Lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) di Walini, Padalarang.

  • Aset lahan di Batang, Jawa Tengah.

  • Aset tanah di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Dony menegaskan bahwa proses pembentukan badan usaha dan pengalihan aset ini akan dikebut dalam waktu dekat agar realisasi pembangunan dapat segera berjalan.

"Saya mau hari ini tuh sudah bikin PT. Minggu depan sudah inbreng tanahnya, PT-nya sudah punya aset yang dari PTPN," tegasnya.

KEYWORD :

Danantara Indonesia Dony Oskaria Smart City




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :