CEO Danantara, Rosan Roeslani bersama Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dalam perayaan HUT pertama Danantara Indonesia Trust di Wisma Danantara Indonesia. (Foto: Antara)
Jakarta, Jurnas.com - Danantara Indonesia menegaskan komitmen jangka panjangnya dalam mendukung program filantropi nasional dengan mengalokasikan dana minimal sebesar 100 juta dolar Amerika Serikat (AS) setiap tahunnya kepada Danantara Indonesia Trust.
Komitmen strategis ini disampaikan dalam perayaan HUT pertama Danantara Indonesia Trust di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, pada hari Kamis. Acara tersebut sekaligus menandai peluncuran tiga program kerja sama penting yang melibatkan Kementerian Kesehatan, Plan Indonesia, serta empat perguruan tinggi negeri di Indonesia.
"Danantara Indonesia memang berkomitmen untuk setiap tahunnya minimum memberikan pendanaan 100 juta dolar AS kepada Danantara Trust," ujar Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani.
Menurut Rosan, pendanaan masif ini bertujuan untuk memperluas dampak sosial bagi masyarakat luas, sekaligus membangun fondasi lembaga filantropi Indonesia yang berdaya saing global dan mampu berkontribusi nyata di kancah internasional.
Fokus Utama: Akselerasi Vaksinasi HPV dan Beasiswa Dokter Spesialis
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi dukungan pendanaan signifikan yang diberikan oleh Danantara Indonesia Trust guna mempercepat realisasi program-program kesehatan nasional.
Budi merinci sejumlah alokasi strategis dari dana tersebut, di antaranya:
- Program Vaksinasi HPV (Rp200 Miliar): Dialokasikan untuk pencegahan kanker serviks—salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada perempuan di Indonesia yang merenggut hampir 30 ribu nyawa setiap tahunnya. Dukungan ini diproyeksikan mampu memangkas target pelaksanaan program dari yang semula direncanakan 15 tahun menjadi hanya sekitar lima hingga 10 tahun.
- Beasiswa Dokter Spesialis (Rp600 Miliar): Disetujui untuk mendanai pendidikan bagi 1.343 dokter spesialis, mencakup biaya pendidikan penuh serta biaya hidup selama masa studi yang berkisar antara tiga hingga enam tahun.
"Pemerintah sangat terbantu, terutama untuk penanganan tenaga medis yang menangani penyakit dengan tingkat kematian tinggi, seperti stroke dan penyakit jantung," ungkap Budi.
Ia juga menyoroti pentingnya pemerataan tenaga medis, khususnya di daerah terpencil seperti Nias dan Papua Pegunungan yang kerap menghadapi keterbatasan fasilitas darurat. Melalui skema ini, dokter asal daerah setempat akan dibiayai penuh selama menempuh studi, dengan harapan mereka dapat kembali dan memperkuat layanan kesehatan di daerah asalnya.
Transparansi dan Tata Kelola yang Akuntabel
Menanggapi besarnya skala program yang dijalankan, Rosan Roeslani menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan akan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik (good corporate governance), transparansi, dan akuntabilitas tinggi.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban publik, Danantara Indonesia Trust berkomitmen untuk menerbitkan laporan lengkap secara tahunan serta laporan berkala kepada publik setiap tiga bulan sekali.
Melalui sinergi lintas sektor ini, pemerintah bersama Danantara Indonesia Trust optimistis dapat memberikan kontribusi yang berkelanjutan guna mendongkrak kualitas kesehatan, pendidikan, sanitasi, serta kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh di Indonesia.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Danantara Indonesia Rosan Roeslani Danantara Trust
























