Kamis, 15/10/2026 18:22 WIB

Menlu Yaman: Houthi Bisa Jadi `Monster Tak Terkalahkan` Jika Diberi Waktu





Menteri Luar Negeri Yaman, Afrah Al-Zouba, memperingatkan bahwa kelompok Houthi akan menjadi

Kelompok Houthi di Yaman (Foto: Arab News)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Yaman, Afrah Al-Zouba, memperingatkan bahwa kelompok Houthi akan menjadi "monster yang tidak dapat dikalahkan" apabila komunitas internasional memberikan mereka waktu untuk menghimpun kekuatan.

Al-Zouba, yang merupakan menteri luar negeri perempuan pertama Yaman, menegaskan bahwa pemerintahnya kini telah meninggalkan "ilusi perdamaian" dan tidak lagi mengupayakan gencatan senjata maupun negosiasi dengan milisi berdukungan Iran tersebut.

Menurutnya, skema gencatan senjata tanpa syarat nyata hanya akan dimanfaatkan kelompok tersebut untuk menghimpun kembali kekuatan dan persenjataan mereka.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah serangan rudal Houthi yang menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, yang menewaskan 13 orang dari berbagai negara serta melukai lebih dari 300 orang.

Melansir Arabnews, Al-Zouba menilai serangan ke Riyadh dan serangan terhadap Bandara Aden dalam pekan yang sama sebagai aksi teror ganda yang membuktikan bahwa Houthi kini menjadi ancaman bagi keamanan regional dan internasional.

Ia menuduh Iran memanfaatkan Houthi untuk menekan perdagangan global melalui gangguan di jalur maritim strategis Selat Bab Al-Mandab dan Selat Hormuz.

Al-Zouba menegaskan bahwa keterlibatan Iran dalam menyuplai senjata, dana, dan pelatihan didasarkan pada bukti-bukti terdokumentasi, seperti kasus penyitaan kapal Jihan 1 pada 2013 dan pencegatan sekitar 750 ton peralatan militer pada 2025.

Selain di kawasan Teluk, Al-Zouba mengungkapkan bahwa jaringan Houthi kini telah meluas hingga ke Tanduk Afrika.

Mengutip temuan Panel Ahli PBB, ia menyebut teknisi militer Houthi telah bepergian ke Somalia untuk melatih kelompok Al-Shabab dalam modifikasi pesawat nirawak, pemeliharaan senjata, dan penggunaan bahan peledak.

Untuk menghadapi eskalasi tersebut, pemerintah Yaman menjalankan Operasi Dawn of Yemen sejak 4 Oktober berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB di bawah komando tunggal militer Yaman dengan dukungan udara dari koalisi.

Al-Zouba juga menyoroti kondisi kemanusiaan yang memburuk akibat pengepungan kota Taiz oleh Houthi, penahanan 72 pekerja PBB, serta pengungsian lebih dari 217.000 warga Yaman.

Ia mendesak Amerika Serikat dan Uni Eropa memperluas sanksi terhadap jaringan keuangan Houthi serta menyerukan pelucutan senjata milisi tersebut sesuai Resolusi Dewan Keamanan PBB 2216 guna mencegah terciptanya skenario "negara di dalam negara" seperti Hezbollah di Lebanon.

KEYWORD :

Konflik Timur Tengah Menlu Yaman Houthi Yaman Afrah Al-Zouba




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :