Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho (Foto: Football-Italia)
Roma, Jurnas.com - Pelatih kepala Real Madrid, Jose Mourinho, sesumbar bahwa tim asuhannya mustahil dihentikan dalam 20 menit terakhir, saat mengunci kemenangan spektakuler 4-3 atas mantan klubnya, AS Roma, di Stadio Olimpico, pada Kamis (15/10).
Mourinho bahkan melontarkan komentar pedas, dengan menyebut para pemain Roma kehabisan tenaga secara fisik saat Los Blancos melancarkan gelombang serangan mematikan.
Laga matchday kedua Liga Champions ini menjadi momen emosional bagi Mourinho yang kembali ke Roma untuk pertama kalinya sebagai lawan, disambut spanduk penghormatan dari para pendukung tuan rumah termasuk gambar raksasa dirinya saat mengangkat trofi Liga Konferensi Eropa.
Roma sempat unggul meyakinkan 3-1 lewat gol Marten de Roon dan dwigol Donyell Malen. Namun, Real Madrid melanjutkan reputasi mereka sebagai tim yang berbahaya di menit-menit akhir dengan membalikkan kedudukan dari menit ke-83 hingga ke-90 melalui gol Carlos Espí, Endrick, dan sundulan penentu dari mantan bek Roma, Antonio Rüdiger.
"Bisa dibilang ini adalah dua pertandingan dalam satu laga. Roma unggul dalam segala aspek pada babak pertama, dan kemudian Real Madrid menjadi mustahil dihentikan selama 20 menit terakhir itu," kata Mourinho kepada Amazon Prime Video Italia, yang dikutip Football-Italia.
"Setelah tertinggal 1-3, mungkin semua orang mengira pertandingan telah mati (game was dead), tetapi satu-satunya yang habis adalah para pemain Roma. Roma tidak mampu menahan gelombang serangan yang kami lepaskan," dia menambahkan.
Mourinho menyoroti masuknya penyerang muda Endrick sebagai pergantian paling krusial, sembari kembali menutup pintu rapat-rapat bagi Roma yang berminat meminjam pemain asal Brasil itu pada Januari.
"Kemarin saya ditanya apakah Roma bisa mendapatkan Endrick dengan status pinjaman dan saya katakan itu mustahil. Itu mustahil karena saya tahu talentanya dan apa yang bisa ia berikan," tegas Mourinho.
"Kasihan Mario Hermoso, dia harus berhadapan dengan Yan Diomande selama 70 menit, kami membuatnya kelelahan. Kemudian Koulierakis masuk dan saya rasa dia juga tidak bisa berbuat banyak," dia menambahkan.
Adapun terkait gestur yang dia tunjukkan ke arah tribun penonton saat peluit akhir dibunyikan, juru taktik asal Portugal itu menepis adanya niat provokasi, dan menegaskan dirinya hanya merayakan kemenangan serta menaruh rasa hormat yang sebesar-besarnya kepada AS Roma.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Jose Mourinho Roma vs Madrid Pernyataan Kontroversial Mourinho






















