Kamis, 15/10/2026 15:00 WIB

Dampak Perang, IMF Proyesikan Ekonomi Arab Saudi Menyusut 3,3 Persen





IMF memproyeksikan perekonomian di kawasan Timur Tengah akan bangkit kembali, tetapi pemulihan tersebut tidak akan terjadi dalam jangka menengah.

Ilustrasi Bendera Negara-negara Timur Tengah (Foto: Santrigoglobal)

Jakarta, Jurnas.com - International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan perekonomian di kawasan Timur Tengah akan bangkit kembali, tetapi pemulihan tersebut tidak akan terjadi dalam jangka menengah.

Direktur Regional IMF, Jihad Azour, menyatakan bahwa guncangan akibat konflik akan memberi dampak pemulihan jangka panjang pada berbagai sektor.

"Kita tidak akan kembali ke lintasan pra-perang dalam jangka menengah karena guncangan ini akan berdampak buruk pada berbagai sektor dan merusak sejumlah infrastruktur, serta membutuhkan pengeluaran tambahan untuk meningkatkan ketahanan," ujar Jihad Azour kepada wartawan.

Pernyataan tersebut mengemuka seiring langkah IMF memproyeksikan terjadinya kontraksi pada perekonomian negara-negara Teluk akibat perang berbulan-bulan yang berawal dari serangan AS-Israel ke Iran dan meluas ke Arab Saudi serta Yaman, di mana lalu lintas energi maritim masih terus terdampak.

Berdasarkan proyeksi yang dirilis IMF pada hari Selasa, kawasan Timur Tengah dan Asia Tengah yang terpapar langsung oleh perang terhadap Iran diperkirakan mengalami kontraksi sebesar 0,3 persen pada tahun 2026.

Dari kawasan tersebut, Arab Saudi menjadi salah satu negara terdampak paling parah, dengan perekonomiannya diproyeksikan menyusut hingga 3,3 persen.

KEYWORD :

Ekonomi Arab Saudi Konflik Timur Tengah International Monetary Fund




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :