Pelatih Manchester United, Michael Carrick (Foto: manutd.com)
London, Jurnas.com - Suasana internal Manchester United dilaporkan kian memanas menyusul kekalahan 0-2 dari Atletico Madrid di ajang Liga Champions, yang memperpanjang catatan tanpa kemenangan menjadi lima laga beruntun.
Analisis dari FourFourTwo menyoroti bahwa ketenangan yang sempat dihadirkan manajer permanen Michael Carrick pada musim lalu kini telah runtuh secara drastis, menyisakan perpecahan kubu di ruang ganti yang tak lagi dapat dibendung.
Situasi tak terkendali mencuat ke permukaan saat bek tengah tim nasional Argentina, Lisandro Martinez, melancarkan kritik publik yang sangat keras terhadap Direktur Sepak Bola Jason Wilcox dan strategi transfer klub seusai laga di Madrid.
Dikutip dari FourFourTwo pada Jumat (16/10), sikap Martinez dinilai mematikan sisa harapan bahwa persatuan skuad masih terjaga di bawah kepemimpinan Carrick.
Laporan menyebutkan bahwa tensi panas tersebut berlanjut ketika Martinez secara langsung dikonfrontasi oleh rekan setimnya di dalam pesawat saat perjalanan pulang menuju Manchester.
Performa Setan Merah dinilai mengalami penurunan drastis dengan hanya memetik dua kemenangan dari sembilan pertandingan di semua kompetisi, tersingkir dini dari Piala Liga, hanya mengoleksi enam poin dari enam laga awal Liga Premier, serta gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain saat bersua Manchester City dan Tottenham Hotspur.
Ketika mengambil alih tim sebagai pelatih sementara pada Januari lalu pasca-hengkangnya Ruben Amorim, pendekatan Carrick yang menenangkan ego dan menyederhanakan instruksi taktik sukses membawa tim finis di posisi ketiga.
Namun, ketika statusnya dipermanenkan, tuntutan manajerial berubah total. Carrick dinilai bukan figur orator karismatik yang mampu menyatukan ego para pemain bintang lewat retorika, bukan pula sosok autokrat layaknya Sir Alex Ferguson yang mampu menegakkan disiplin mutlak.
Ketenangan yang selama ini menjadi ciri khasnya kini dipandang sebagai kepasifan di hadapan ruang ganti yang saling berselisih dan menyerang dewan direksi.
Dengan kabar mengenai daftar calon pengganti yang memuat nama Fabian Hurzeler, Antonio Conte, hingga Julian Nagelsmann, masa depan Carrick dinilai berada di titik nadir, dan ikatan emosional masa lalu tak lagi cukup untuk merekatkan budaya klub yang telah retak.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Manchester United Michael Carrick Liga Premier





















