Selasa, 20/10/2026 20:22 WIB

Hari ATC Sedunia, AirNav Komit Penguatan Layanan Navigasi Penerbangan





AirNav telah mengoperasikan sistem otomasi pengelolaan lalu lintas udara atau Air Traffic Management Automation System (ATMAS) generasi terbaru

Petugas Air Traffic Controller (ATC). Foto: airnav/jurnas

TANGERANG, Jurnas.com — Bertepatan dengan peringatan Hari Pemandu Lalu Lintas Udara Sedunia, Selasa, (20/10/2026), AirNav Indonesia menegaskan komitmen penguatan layanan navigasi penerbangan nasional.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui modernisasi sistem di empat pusat pelayanan, penguatan fasilitas operasional, dan pengembangan kompetensi personel.

Direktur Utama AirNav Indonesia Capt. Avirianto Suratno mengatakan, pengembangan tersebut diarahkan untuk mendukung keselamatan, keandalan, dan efisiensi pelayanan, sekaligus memperkuat dukungan bagi pemandu lalu lintas udara atau air traffic controller (ATC).

“Komitmen itu kami wujudkan melalui pembaruan sistem dan fasilitas, penguatan kemampuan personel, serta pengembangan prosedur operasional. Pemandu lalu lintas udara harus didukung perangkat yang andal dan informasi yang memadai agar dapat mengambil keputusan secara tepat,” ujar Avirianto dalam keterangan resminya, Selasa (20/10/2026).

Dia menjelaskan, AirNav telah mengoperasikan sistem otomasi pengelolaan lalu lintas udara atau Air Traffic Management Automation System (ATMAS) generasi terbaru di Jakarta, Medan, Pontianak, dan Balikpapan. Pengoperasiannya berlangsung bertahap sejak November 2025 hingga penerapan di New Jakarta Air Traffic Services Center (JATSC) pada 16 Juni 2026.

Modernisasi tersebut memperkuat fasilitas pengendalian penerbangan saat pesawat berada pada fase jelajah maupun mendekati bandara. Sistem ini mencakup perangkat pengaturan urutan kedatangan dan keberangkatan pesawat, pengelolaan arus lalu lintas udara, informasi aeronautika, pertukaran pesan penerbangan, serta komunikasi suara.

Integrasi perangkat dan informasi mendukung ATC dalam mengelola pergerakan pesawat serta berkoordinasi antarunit. Perangkat pengaturan kedatangan dan keberangkatan membantu perencanaan urutan pelayanan, sedangkan pengelolaan arus lalu lintas udara membantu menyelaraskan jumlah penerbangan dengan kapasitas layanan.

“Fokus kami adalah memastikan pengembangan fasilitas menjawab kebutuhan operasional. Pembaruan perangkat harus berjalan bersama kesiapan personel dan prosedur, sehingga dapat digunakan secara optimal dalam pelayanan sehari-hari,” kata Avirianto.

Di sisi pengembangan pelayanan, AirNav menerapkan Free Route Operation (FRTO), yang memungkinkan maskapai merencanakan lintasan lebih efisien berdasarkan kondisi cuaca dan kebutuhan operasional. Penerapannya dilakukan bertahap melalui uji coba, penilaian risiko keselamatan, serta koordinasi dengan regulator dan unit pelayanan terkait.

Pada 2025, sebanyak 5.030 penerbangan memanfaatkan FRTO di wilayah pelayanan penerbangan Jakarta dan Ujung Pandang, meningkat 82 persen dibandingkan 2.770 penerbangan pada 2024. Berdasarkan perhitungan AirNav, pemanfaatan FRTO pada 2025 menghasilkan penghematan biaya bahan bakar maskapai sebesar USD8,04 juta dan menghindari emisi karbon dioksida sebesar 5.426 ton.

Pengalaman penerapan FRTO di wilayah kepulauan tersebut dipaparkan Direktur Operasi AirNav Indonesia Setio Anggoro sebagai panelis dalam forum ICAO Air Navigation World–Air Traffic Flow Management di kantor ICAO, Montreal, Kanada, pada 5–9 Oktober 2026. Pemaparan mencakup tahapan penerapan serta dukungan sistem otomasi, prosedur, dan kompetensi ATC untuk menangani pola lalu lintas penerbangan yang lebih dinamis.

Untuk memperkuat kemampuan personel dan organisasi, AirNav juga bekerja sama dengan Airservices Australia melalui Indonesia Transport Safety Assistance Package (ITSAP). Rangkaian workshop yang ditutup pada 3 Juli 2026 mencakup perencanaan tenaga kerja, standar manajemen lalu lintas udara, pengelolaan data, pengolahan data pengawasan penerbangan, dan manajemen program.

Melalui ITSAP Senior Engagement, pimpinan kedua organisasi turut membahas keselamatan, modernisasi layanan, transformasi digital, serta pengembangan sumber daya manusia. Kunjungan ke fasilitas operasional Airservices Australia menjadi bagian dari pertukaran pengetahuan mengenai penerapan teknologi dan pengelolaan pelayanan.

Di tingkat regional, AirNav menjadi tuan rumah pertemuan perdana ICAO APAC Project 30/10 Task Force di Tangerang pada 16–18 Juni 2026. Pertemuan tersebut diikuti 61 delegasi dari 18 negara serta perwakilan organisasi internasional.

Setio Anggoro, selaku ketua task force, memimpin pembahasan mekanisme implementasi regional untuk optimalisasi jarak pemisahan antarpesawat. Pembahasan mencakup kesiapan teknologi, prosedur operasional, dan koordinasi lintas negara agar penggunaan ruang udara semakin efisien dengan tetap memenuhi persyaratan keselamatan.

Avirianto menegaskan bahwa kerja sama internasional menjadi sarana untuk memperkuat kemampuan perusahaan dan menyelaraskan pengembangan pelayanan lintas batas. Pengalaman operasional Indonesia turut menjadi bahan pembahasan bersama penyelenggara navigasi penerbangan negara lain.

KEYWORD :

Hari ATC Sedunia Avirianto Suratno Navigasi penerbangan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :