Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani (istimewa)
Jakarta, Jurnas.com - Selama dua tahun Pemerintah Presiden Prabowo Subianto, realisasi investasi di Indonesia mencapai Rp3.923,2 triliun.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani menjelaskan, capaian investasi tersebut dihitung sejak triwulan IV 2024, sepanjang 2025, hingga triwulan III 2026. Dengan demikian, penghitungan realisasi investasi tidak dimulai sejak awal 2024.
"Total investasi yang masuk mencapai Rp3.923,2 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 5.485.944 orang. Kontribusi investasi di Jawa mencapai 48,2 persen atau Rp1.892,2 triliun, sedangkan luar Jawa mencapai 51,8 persen atau Rp2.031 triliun," kata Rosan.
Berdasarkan asal modal, penanaman modal dalam negeri (PMDN) mendominasi dengan nilai Rp1.998,7 triliun atau 50,9 persen.
Adapun penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp1.924,5 triliun atau 49,1 persen.
Rosan menambahkan, Presiden Prabowo menetapkan target investasi sebesar Rp13.032,8 triliun untuk periode 2024–2029.
Target tersebut ditetapkan guna mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029.
"Adapun total target investasi yang diberikan Bapak Presiden untuk mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029 mencapai Rp13.032,8 triliun untuk periode 2024–2029," ucapnya
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Realisasi Investasi Prabowo Subianto Rosan Roeslani


























