Selasa, 20/10/2026 13:50 WIB

Koalisi Saudi Peringatkan Houthi soal Penyelundupan Senjata Lewat Perahu





Peringatan itu disampaikan di tengah meningkatnya perhatian terhadap jalur penyelundupan senjata di pesisir barat Yaman

Kapal kargo Galaxy Leader dikawal oleh kapal Houthi di Laut Merah (Foto: Handout Militer Houthi via Reuters)

Jakarta, Jurnas.com - Koalisi pimpinan Arab Saudi yang terlibat dalam konflik Yaman memperingatkan kelompok Houthi agar tidak menggunakan perahu tradisional untuk menyelundupkan senjata, rudal, dan peralatan militer ke negara tersebut.

Peringatan itu disampaikan di tengah meningkatnya perhatian terhadap jalur penyelundupan senjata di pesisir barat Yaman.

Dalam pernyataan yang disampaikan pada Senin, Komando Gabungan Angkatan Bersenjata koalisi menegaskan bahwa praktik penyelundupan tersebut mengancam keamanan Yaman dan kawasan sekitarnya, sekaligus berisiko membahayakan warga sipil.

Koalisi juga meminta para pemilik perahu agar tidak bekerja sama dengan Houthi dalam mengangkut senjata maupun peralatan militer menuju pesisir Yaman. Mereka diperingatkan bahwa keterlibatan dalam kegiatan tersebut dapat membahayakan keselamatan jiwa dan harta benda.

Pernyataan itu tidak merinci operasi penyelundupan tertentu ataupun menjelaskan adanya pengiriman senjata yang baru saja berhasil dicegat.

Peringatan tersebut muncul beberapa hari setelah koalisi merilis rekaman serangan terhadap perahu, kendaraan, dan sejumlah fasilitas yang disebut digunakan untuk menyelundupkan senjata bagi kelompok Houthi di Provinsi Al Hudaydah, Yaman bagian barat.

Rekaman yang dirilis pada Jumat itu memperlihatkan sejumlah kapal dan kendaraan dipantau sebelum serangan menghantam beberapa lokasi. Namun, pernyataan terbaru koalisi tidak memberikan rincian tambahan mengenai operasi yang ditampilkan dalam rekaman tersebut.

Sorotan terhadap perahu tradisional menunjukkan perhatian koalisi terhadap dugaan penggunaan jalur laut untuk mengirimkan persenjataan ke wilayah yang dikuasai Houthi. Meski demikian, koalisi tidak mengungkapkan rincian jalur, waktu, ataupun jumlah senjata yang disebut diselundupkan melalui metode tersebut.

Yaman telah dilanda konflik sejak kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada 2014. Peristiwa tersebut mendorong koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi militer pada tahun berikutnya untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Upaya meredakan konflik sempat menghasilkan gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2022. Namun, menurut laporan yang menjadi dasar pernyataan terbaru tersebut, pertempuran kembali meningkat sejak Juli setelah gencatan senjata itu runtuh. (*)

Sumber: Anadolu

KEYWORD :

Koalisi Saudi Penyelundupan Senjata Kelompok Houthi Konflik Yaman




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :